Kompas/Iwan Setyawan
Ilustrasi: Paralayang.
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Dua insiden kecelakaan mewarnai hari pertama pelaksanaan Jogja Air Show 2012 di Pantai Parangtritis, Pantai Parang Kusumo, dan Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta, Jumat (10/2/2012) ini.
Tidak ada korban jiwa dalam dua insiden tersebut. Insiden pertama terjadi pada pukul 09.00, saat seorang peserta paramotor gagal bermanuver dan tercebur ke laut di Pantai Depok. Kedua, pada sore hari sekitar pukul 16.30, seorang peserta paralayang gagal lepas landas dan terjatuh di tepi jurang Watu Gupit, Parangtritis, hingga mengalami cedera patah kaki.
Ketua Pengprov Layang Gantung DIY, Wisnu Windarto, sekaligus Wakil Komandan SAR DIY, mengatakan, kecelakaan pertama terjadi saat peserta melakukan manuver. Karena terlalu kencang, maka paramotor memutar lalu pengemudi jatuh ke laut dari ketinggian sekitar 20 meter.
"Mengetahui kejadian itu, rekan-rekan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang berada di pinggir pantai langsung mengevakuasi korban. Evakuasi korban relatif mudah, tetapi evakuasi motor dan parasut sulit karena telanjur terisi air," ujarnya, di Yogyakarta.
Sementara itu, pada sore hari sekitar pukul 16.30, Irwan, peserta festival paralayang asal Jakarta, gagal lepas landas di bukit Watu Gupit, Parangtritis. Korban tersandung batu dan kemudian terlempar ke pinggir jurang hingga mengalami patah tulang kaki kanan.
"Tim SAR DIY langsung mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Bantul. Namun karena keterbatasan fasilitas, korban langsung dibawa ke Kota Yogyakarta untuk dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar," paparnya.
