Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 01:09 WIB
Ratusan Rumah di Bangkalan Terendam Banjir
Taufiqurrahman | I Made Asdhiana | Jumat, 10 Februari 2012 | 19:48 WIB
|
Share:
TAUFIQURRAHMAN Kondisi Jalan Raya Blega, Madura, Jumat (10/2/2012), saat diterjang banjir kiriman dari dua kecamatan.

BANGKALAN, KOMPAS.com - Sebanyak 856 rumah di Desa Blega, Kecamatan Blega, Bangkalan Madura, Jawa Timur, Jumat (10/2/2012) terendam banjir. Selain rumah, kantor Polsek Blega dan satu sekolah dasar juga ikut terendam. Para siswa di sekolah tersebut sementara diliburkan. Banjir setinggi 130 cm itu merupakan kiriman dari Kecamatan Kokop dan Kecamatan Konang, yang berada di dataran tinggi.

Banjir yang datang pada Jumat dini hari itu mengakibatkan sebagian warga tidak sempat menyelamatkan beberapa barang berharga serta perabotan rumah tangga lainnya. Bahkan bahan-bahan makanan pokok seperti beras juga ikut terendam.

Muhammad Rofik, warga Dusun Laok Songai, Desa Blega menuturkan, banjir itu tidak diprediksi sebelumnya. Pasalnya hujan di Desa Blega tidak begitu besar. Sehingga warga tidak mempersiapkan sebelumnya kedatangan banjir. "Kalau hanya genangan air selutut orang dewasa sudah biasa di sini dan biasanya pada siang atau sore hari. Ini beda, karena datangnya pada dini hari," kata Rofik.

Beberapa barang elektronik milik Rofik seperti televisi, vcd player, dan kulkas tidak dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi supaya aman dari genangan air. "Ini sudah terendam semua, termasuk lemari dan isinya," tambah Rofik.

Sementara itu, Kepala Badan Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPBD) Bangkalan, Wahid Hidayat menuturkan, banjir yang yang terjadi di Kecamatan Blega merupakan banjir yang kelima kalinya selama kurun waktu dua bulan. "Kawasan itu sudah masuk daerah tanggap darurat bencana, sehingga persoalan banjir bisa ditangani dengan cepat. Sore hari airnya sudah surut," ungkapnya.

Untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut, BPPBD Bangkalan sudah mengajukan bantuan dana pengerukan Sungai Blega yang kondisinya sudah mengalami pendangkalan. "Banjir kali ini termasuk yang paling besar karena bersamaan dengan air laut pasang dan sungai yang menjadi satu-satunya pembuangan air sudah terjadi sedimentasi," kata Wahid.