K24-11
Karena kelangkaan elpiji, ratusan warga Kota Parepare menyerbu dan mnggelar aksi demo di depan SPPBE Parepare mendesak ditambahnya kuota elpiji yang harganya naik hingga lima kali lipat dari harga normal
PAREPARE, KOMPAS.com - Kelangkaan gas elpiji yang semakin menjadi-jadi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, ikut berimbas pada pasokan gas di sejumlah kabupaten dalam wilayah Ajatappareng, di antaranya Kabupaten Barru, Pinrang dan Sidrap.
Kelangkaan yang sudah memasuki satu bulan tersebut, ikut menyulut kemarahan anggota DPRD Kota Parepare. Jumat (10/2/2011) siang tadi, bersama ratusan warga dari empat kecamatan yang ada di Kota Parepare, anggota DPRD Parepare mengempung dan menggelar aksi demo di depan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Parepare.
Di jaga ketat pengaman aparat kepolisian, warga berusaha meringsek masuk. Warga yang sudah tersulut kemarahan, mendesak pihak SPPBE untuk menemui dan memberi penjelasan kepada mereka terkait kelangkaan gas elpiji. Akibat aksi tersebut, puluhan truk pengangkut gas elpiji tertahan di halaman SPPBE dan batal melakukan pendistribusian.
Dalam orasinya, warga yang diwakili Muslimin dari Forum Pembela Rakyat menuntut agar pihak SPPBE menambah kuota elpiji untuk masyarakat Parepare. "Pengisian elpiji dilakukan di Parepare dan jumlah warga Parepare yang butuh elpiji juga jauh lebih besar. Kami mendesak dilakukan penambahan kuota," katanya.
Hal yang sama dikatakan Adnan, pemilik salah satu pangkalan di Parepare. Ia meminta aparat untuk mengawasi pelanyaluran gas karena dicurigai ada pihak yang melakukan penimbunan gas yang menyebabkan gas langka dipasaran hingga harganya naik lima kali lipat.
"Tolong pak polisi, jika ada penjualan di atas harga normal, langsung ditangkap karena menyusahkan warga," kata Adnan di depan petugas kepolisian saat orasi.
Setelah mendapat desakan, Manajer SPPBE Tarigan, akhirnya menerima perwakilan masyarakat pendemo yang diwakili H Rahman Saleh, anggota DPRD dari Komisi III dan beberapa tokoh masyarakat. Rahman Saleh mendesak agar pihak SPPBE segera mencari solusi menanggulangi kelangkaan elpiji di Parepare.
"Sudah lama warga mengeluhkan ini. Tapi tidak ada solusi selain janji-janji yang hanya semakin mnambah kemarahan warga. SPPBE harus menyelesaikan ini sebelum warga bertindak lebih jauh," katanya.
Manager SPPBE Parepare, depan puluhanan perwakilan warga mengatakan, sulit bagi pihaknya melakukan pnambahan karena tiap-tiap daerah sudah dipatok jumlah kuota. Pihaknya juga tidak bisa menjamin, kapan keberadaan elpiji di pasaran bisa kembali normal.
"Kami hanya sebatas menyalurkan. Dan kami hanya menunggu suplai dari pertamina. Tapi senin kami akan berupaya untuk bertemu dengan pihak pertamina guna menanyakan stok gas yang belum normal," katanya.
Namun, kata Tarigan lagi, pihaknya akan berupaya memenuhi permintaan warga Parepare dan berjanji dalam tiga hari ke depan pengadaan elpiji di Parepare akan distabilkan. "Sambil menunggu kondisi normal kembali maka kami mengusahakan semaksimal mungkin pelayanan guna memenuhi kebutuhan warga Parepare," katanya.
