KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi
BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Timur Isal Wardhana berpendapat, pembangunan rel kereta api (KA) batubara yang menghubungkan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, hanya akan mempercepat penghancuran alam Kalimantan.
"KA akan mengangkut batubara, dan nantinya mungkin juga sawit yang berada di kawasan yang susah dijangkau karena infrastruktur jalannya rusak. Ini mempercepat habisnya sumber daya alam," kata Isal, Jumat (10/2/2012), di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Yang lebih mengherankan, menurut Isal, ketika Kalimantan butuh transportasi manusia, yang direalisasikan malah transportasi sumber daya alam.
Perusahaan Rusia, Joint-Stock Company Russian Railways, telah menandatangani nota kesepahaman dengan Gubernur Kaltim Awang Farouk untuk membangun rel KA sepanjang 250 km itu, Selasa (7/2/2012), di Jakarta. Pembangunan akan dimulai tahun ini dan ditargetkan beroperasi tahun 2017.
Menurut Merah Johansyah dari Divi Hukum Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, produksi batubara tahun 2010 di Kaltim 183 juta ton, dan 80 persen dijual ke luar negeri. "Habis sudah batubara diambil," ujarnya.
