K24-11
Warga Lumpue, Kota Parepare saat mencegat truk pengangkut gas elpiji milik salah satu agen siang tadi
PAREPARE, KOMPAS.com - Hampir satu bulan keberadaan tabung elpiji ukuran 3 kilogram di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, langka. Harganya pun melambung tinggi hingga mencapai Rp Rp 30 ribu hingga Rp 80 ribu pertabung.
Padahal normalnya, per tabung elpiji ukuran 3 kilogram seharga Rp 13 ribu. Jumat (10/2/2012) kemarahan wargapun memuncak. Ratusan warga Lumpue, Kecamatan Lumpue, kemudian berinisiatif menyegat truk pengangkut tabung elpiji.
Truk pengangkut gas milik salah satu agen yang hendak mendistribusikan tabung elpiji ke Perumnas, Kecamatan Lapadde, pun jadi sasaran. Berhasil mencegat, wargapun memaksa agar pembawa tabung elpiji tersebut menjual gas yang diangkutnya dengan harga Rp 13 ribu pertabung.
Harfiah, salah seorang ibu rumah tangga yang ikut mencegat truk pengangkut tabung elpiji kepada Kompas.com mengatakan, sudah hampir sepekan dia kehabisan elpiji. Dan selama kehabisan gas tersebut, dia terpaksa membeli makanan siap saji karena tidak memiliki bahan bakar untuk kompornya.
"Mau beli pun susah karena sulit didapat di pasaran. Belum harganya yang terlalu tinggi. Kemarin kami sepakat menghadang truk pengangkut gas karena kami betul-betul membutuhkan," katanya.
Agen pemilik truk pun terpaksa menjual elpiji kepada ratusan warga yang ikut mencegat, dengan harga Rp 13 ribu pertabung. Di bawah pengawasan aparat kepolisian dari Polsekta Bacukiki yang tiba beberapa saat setelah warga berhasil mencegat truk pengangkut tabung elpiji, warga bersebutan demi mendapat satu tabung elpiji.
Hal yang sama dikatakan Ita, warga setempat yang ikut menyerbu truk tersebut. Ita bahkan harus ke Kabupaten Barru untuk bisa mendapatkan elpiji dengan harga yang sedikit lebih murah dari harga yang dipatok di Parepare.
"Dulu, karena minyak tanah, kami harus rela menahan lapar. Sekarang kami mengalami hal yang sama karena elpiji. Saya betul-betul tidak mengerti apa yang ada dalam fikiran pemerintah. Padahal pemerintah sendiri yang menyuruh kami beralih ke gas," katanya dengan nada kesal.
Sementara Kapolsekta Basukiki AKP Aris Sumartono, di tempat yang sama menghimbau agar warga tidak lagi melakukan pencegatan kendaraan yang mengangkut tabung elpiji. Karena, selain mengganggu pendistribusian gas, juga mengganggu pengguna jalan.
"Pembeli harus membeli di pangkalan atau pengecer, jangan menyetop truk yang pengangkut gas di jalan," katanya.
