Ilustrasi
CILACAP, KOMPAS.com — Keluarga Sanmiarjo mengaku pasrah atas kematian putrinya, Siti Sumarni (21), yang menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Singapura. Ditemui wartawan di rumahnya di Dusun Klepusari RT 02 RW 15, Desa Pahonjean, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jumat (10/2/2012), Sanmiarjo mengaku tidak ingin mengetahui secara pasti penyebab Siti Sumarni yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.
"Kami sudah pasrah. Apa yang terjadi pada anak saya sudah merupakan suratan takdir," katanya.
Kabar meninggalnya Siti Sumarni diterima keluarga pada Rabu (8/2/2012) sekitar pukul 21.00 WIB dari petugas Kepolisian Sektor Majenang bersama perangkat desa dan perwakilan perusahaan yang memberangkatkan Siti Sumarni ke Singapura pada akhir 2011.
"Mereka datang ke rumah dan mengabarkan jika Siti ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kamar mandi. Katanya, Siti sejak pukul 18.00 hingga 19.00 waktu setempat berada di kamar mandi. Oleh karena curiga, pintu kamar mandi dibuka dan Siti ditemukan telah meninggal," kata Sanmiarjo.
Dia hanya berharap agar jenazah Siti Sumarni segera dipulangkan sehingga dapat dimakamkan sesuai ajaran Islam.
Ketua RT 02 RW 15 Badrudin mengatakan, jenazah Siti Sumarni diperkirakan tiba di rumah duka pada Jumat malam. "Tadi pagi, sekitar pukul 08.00 WIB, perwakilan keluarga bersama perangkat desa dan perwakilan perusahaan berangkat ke Bandung untuk menjemput jenazah Siti Sumarni," katanya.
Menurut dia, pesawat yang membawa jenazah Siti Sumarni dari Singapura diperkirakan tiba di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, sekitar pukul 16.00 WIB. Ia mengatakan, seluruh biaya pemulangan jenazah Siti Sumarni ditanggung oleh perusahaan yang memberangkatkan TKW itu ke Singapura.
"Keluarga juga menerima santunan dari perusahaan sebesar lima juta rupiah," katanya.
Siti Sumarni yang menjadi TKW di Singapura dikabarkan meninggal dunia dengan cara gantung diri. Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Bidang Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Cilacap, Sutiknyo, membenarkan adanya TKW yang berasal dari Desa Pahonjean meninggal dunia di Singapura.
"Kami belum dapat dokumen dari perwakilan Republik Indonesia di Singapura. Untuk sementara penyebab kematian belum bisa kita sampaikan," katanya.
Menurut dia, informasi yang diterima baru sebatas laporan dari perusahaan yang memberangkatkan Siti Sumarni ke Singapura.
