Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:51 WIB
Konflik Lahan
Tokoh Dayak Meratus Temui Gubernur Kalsel
Defri Werdiono | Marcus Suprihadi | Jumat, 10 Februari 2012 | 13:58 WIB
|
Share:
KOMPAS/DEFRI WERDIONO Sejumlah tokoh masyarakat Dayak dari Pegunungan Meratus menemui Gubernur Kalsel Rudy Ariffin, di Banjarmasin, Jumat (10/2/2012). Dalam pertemuan itu, mereka menegaskan tidak terlibat konflik lahan yang merebak akhir-akhir ini. Mereka tak ingin anarkis.

BANJARMASIN, KOMPAS — Sekitar 30 orang tokoh adat Dayak yang tinggal di kawasan Pegunungan Meratus, Jumat (10/2/2012), menemui Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin, di rumah dinasnya, di Banjarmasin.

Para tokoh ini, antara lain, berasal dari Hantakan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Hampang di Kabupaten Kota Baru, Loksado di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tabing Tinggi di Kabupaten Balangan, serta Sungai Pinang di Kabupaten Banjar, dan Mantewe di Tanah Bumbu.

Mereka bermaksud menyampaikan aspirasi bahwa masyarakat adat Dayak Meratus tidak pernah ada sangkut pautnya dengan permasalahan konflik lahan yang terjadi selama ini. Mereka menjelaskan, jika ada orang-orang yang mengenakan atribut tradisional saat aksi terkait konflik lahan, itu orang dari luar.

Mereka ingin menyampaikan bahwa orang Dayak tidak mau bertindak anarki. Mereka hanya ingin hidup damai. Mereka menjunjung tinggi adat. ”Adat tidak bisa dipakai sembarangan,” ujar Rudy.

Para tokoh masyarakat ini juga bermaksud membentuk sebuah organisasi yang dinamai Forum Pemuda Dayak Meratus Balian.