Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:44 WIB
Hasil Tambang
Waspadai Pemanfaatan Zat Radioaktif dari Zirkon
Agustinus Handoko | Marcus Suprihadi | Jumat, 10 Februari 2012 | 12:51 WIB
|
Share:
TRIBUN/HENDRA Ilustrasi

PONTIANAK, KOMPAS.com — Maraknya ekspor material tambang zirkon dari Kalimantan Barat harus disertai dengan pengawasan yang lebih ketat. Pasalnya, ada indikasi pemanfaatan material yang mengandung zat radioaktif itu .

Kepala Seksi Konservasi Dinas Pertambangan dan Energi Kalimantan Barat Bambang Santoso, Jumat (10/2/2012), mengatakan, 30 persen kandungan zirkon adalah ilmenit dan titan.

”Itu mengandung zat radioaktif, tetapi mineralnya memang harus diekstrak dulu. Di Indonesia jarang ada yang mau mengolahnya dulu. Sebagian besar zirkon diekspor dalam bentuk bahan mentah”, kata Bambang.

Zirkon adalah bahan baku untuk pembuatan keramik dan komponen elektronik. Pasar ekspor zirkon terbesar dari Kalimantan Barat adalah China yang bersedia menerima zirkon dengan kadar rendah.

"Saya curiga, mereka mengekstrak lagi zirkon hingga mendapatkan mineral yang memiliki zat radioaktif itu,” kata Bambang.

Pekan lalu, jajaran Kepolisian Resor Ketapang, Kalimantan Barat, mengamankan 170 ton zirkon yang diangkut menggunakan kapal. Sampai saat ini, Polres Ketapang masih memeriksa kasus itu secara intensif karena mineral tambang itu diduga berasal dari tambang ilegal.