BULUKUMBA, KOMPAS.com — Seorang oknum polisi berinisial MF berpangkat Briptu diadukan ke Mapolres Bulukumba oleh Supardi (31) karena melakukan perusakan mobil miliknya pada Jumat (10/2/2012) sekitar pukul 02.00 Wita.
Menurut keterangan korban, oknum polisi yang sehari-hari bertugas di Satuan Narkoba Mapolres Bulukumba itu mendatangi rumah Supardi di Kelurahan Palampang, Kecamatan Rilau Ale, pada Jumat dini hari bersama rekan-rekannya. Mereka kemudian berteriak-teriak. Karena kaget, korban yang sedang tidur lalu terbangun dan keluar rumah.
Saat Supardi menanyakan ada masalah apa, oknum polisi tersebut mendorongnya hingga nyaris jatuh. Tidak terima diperlakukan seperti itu, korban bersama keluarganya bermaksud melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rilau Ale. Namun, mobil korban dengan nomor polisi DD 99 OQ justru dirusak oleh rekan-rekan pelaku dengan menggunakan parang dan batu.
"Saya tidak mengenal oknum polisi itu, saya pun tidak mengetahui apa yang terjadi. Pelaku bersama teman-teman kelompoknya datang berteriak-teriak lalu merusak mobil saya. Saya lihat ada yang menggunakan parang dan batu," ungkap Supardi seusai diperiksa oleh penyidik.
Dalam peristiwa tersebut, jajaran kepolisian dari berbagai satuan langsung melakukan penjemputan terhadap oknum polisi bersama kelima orang rekannya. Namun, saat polisi tiba, kelima rekan pelaku melarikan diri dan bersembunyi. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara polisi dan kelompok itu, tetapi pelaku berhasil kabur dari kejaran petugas yang berpakaian preman. Sementara oknum polisi MF langsung diamankan di Mapolres Bulukumba.
Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kepala Unit Tiga Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu Aiptu Mulyadi. Menurutnya, Briptu MF saat itu sedang lepas dinas. Sampai saat ini belum diketahui motif di balik peristiwa tersebut. "Kita baru saja dapat laporan dari korban dan kami belum memeriksa pelaku, apa motif di balik ini semua," jelasnya.
Untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, aparat kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa batu kali yang digunakan untuk melempar dan mobil milik korban yang kondisi kaca-kacanya pecah. Lima pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.
