KOMPAS/YULVIANUS HARJONO
Kondisi di Dermaga III Bakauheni yang luluh lantak setelah tertabrak truk yang mengalami rem blong, dan kemudian tercebur ke perairan, Jumat (10/2/2012).
KALIANDA, KOMPAS.com — Kecelakaan maut truk terjun ke laut di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menimbulkan shock mendalam bagi para saksi. Lintasan yang dihantam truk ini terlihat luluh lantak. Puing-puing berserakan di jalan, serpihan-serpihan sepeda motor dan truk pun banyak berceceran.
Bahkan, beton-beton pembatas terseret hingga 60 meter oleh truk yang mengalami rem blong. "Ampun, sudah seperti setan lewat. Tidak ada suara mesin, tapi tahu-tahu sudah di depan mata saya menghantam apa pun yang dilewatinya," ujar Andre (33), salah seorang saksi mata.
Ketika peristiwa itu terjadi, ia hanya berjarak 2 meter dari truk yang melaju dengan kecepatan tinggi. Selain sempat menghantam dua truk yang diparkir di Dermaga III, truk juga menabrak tujuh motor yang diparkir. Empat di antaranya terseret sampai ke laut, sisanya hancur berserakan.
Saat peristiwa terjadi, truk yang remnya blong ini sarat dengan muatan batu-batuan, salah satunya batu marmer.
