Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:30 WIB
8 Anak Sumenep Terserang Difteri
Taufiqurrahman | Kistyarini | Jumat, 10 Februari 2012 | 09:32 WIB
|
Share:

Taufiqurrahman/K17-11
IM bayi berusia satu tahun yang dirawat di ruang isolasi anak setelah mengalami difteri infeksi berta

TERKAIT:

SUMENEP, KOMPAS.com - Delapan warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ditemukan positif terjangkit penyakit difteri, selama sepekan terakhir. Saat ini mereka sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Daerah Muhammad Anwar Sumenep.

Jumlah itu cukup mengejutkan, sebab Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep mendata, selama tahun 2011 saja ditemukan 24 kasus difteri. Sementara tahun 2012 baru masuk bulan Februari.

Satu pasien yang masih berusia satu tahun beinisial IM dari Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, merupakan pasien yang paling serius ditangani. Bayi tersebut saat ini ditempatkan di ruang isolasi anak. Bayi ini sudah delapan hari dirawat di rumah sakit.

Direktur Rumah Sakit Daerah Muhamamd Anwar Sumenep, dr Susianto mengatakan, para penderita difteri yang dirawat di rumah sakit tersebut berusia antara satu tahun hingga enam tahun.  "Mereka semua kita isolasi di ruangan khusus dan diberi paket serum yang prosesnya memakan waktu sampai sepuluh hari," kata Susianto, Jumat (10/2/2012).

Difteri sendiri menurut Susianto, terdiri dari tiga tingkatan, yakni difteri infeksi ringan, difteri infeksi sedang dan difteri infeksi berat. "Difteri bisa menular melalui udara serta makanan yang terkontaminasi. Gejala awal bagi anak yang menderita difteri umumnya diawali dengan demam tinggi hingga 38 derajat Celcius, bengkak pada bagian leher, serta tampak selaput berwarna putih di bagian tenggorokan," terang Susianto.

Untuk mencegah difteri, tambah Susianto, orangtua juga perlu memperhatikan tahapan imuninasi yang diberikan pada anak. Setiap anak diwajibkan mendapatkan imunisasi yang lengkap.  "Anak yang imunisasinya yang paling rawan untuk terjangkit difteri. Pasien yang ada ini, rata-rata dari perkampungan yang kurang sadar akan manfaat imunisasi," ungkapnya.

Di Kabupaten Sumenep, ada tiga kecamatan yang paling rawan terjangkit difteri, yakni Kecamatan Pragaan, Kecamatan Ganding dan Kecamatan Ganding.