Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:21 WIB
Pengembangan Kota
Dorong Pertumbuhan Kota Semarang ke Pinggiran
Sonya Helen Sinombor | Agus Mulyadi | Kamis, 9 Februari 2012 | 23:00 WIB
|
Share:

Kompas/Sonya Helen Sinombor
Kota Semarang dari pantauan udara, Kamis (9/2/2012).

SEMARANG, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang, Jawa Tengah, Prof Eko Budihardjo, menegaskan pertumbuhan kota harus didorong ke daerah pinggiran, agar penduduk tidak berkumpul di pusat kota. Konsep ini seharusnya dilakukan di Kota Semarang, yang memiliki peluang besar pengembangan di daerah pinggiran.

 

"Sebenarnya peluang pengembangan kotanya bagus. Kita masih punya kota lama. Di pusat kota di Simpang Lima memang kelihatan pertumbuhannya, tapi kita juga ingin melihat pertumbuhan di daerah pinggiran, supaya bangunan tidak terkosentrasi di pusat kota," ujar Eko, setelah memantau Kota Semarang dari udara, Kamis (9/2/2012).

 

Ia menegaskan, dari pemantauan udara, pengembangan kawasan pinggiran sebenarnya masih terbuka. Ia mencontohkan keberadaan kampus Universitas Diponegoro Semarang di Tembalang, Banyumanik, yang menjadi pusat pertumbuhan.

Padahal waktu kampus Undip masih di Pleburan (kampus lama) luas area yang hanya 8 hektar sulit berkembang, karena terbatasnya lahan. "Kita lihat dari atas udara, ternyata masih cukup luas pengembangan kawasan pinggiran," papar Eko.

 

Selain itu, menurut Eko, pembangunan Waduk Jatibarang dan penataan Kaligarang/Banjir Kanal Barat, juga merupakan peluang besar mengembangkan Kota Semarang. Selain dibangun untuk mengatasi siklus banjir tahunan di Kota Semarang, juga bisa menjadi wahana baru pengembangan ekonomi rakyat, yakni menjadi pusat rekreasi bagi masyarakat, bahkan bisa menjadi tempat wisata.

 

"Mudah-mudahan Jatibarang jadi pusat pertumbuhan baru. Keindahan Semarang yang punya perbukitan yang cukup luas, bisa dikembangkan. Jadi Kaligarang bisa ubah citra sungai jadi wajah depan," ujarnya.