Kompas/Sri Rejeki
Wali Kota Solo Joko Widodo dan Wakil Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.
SOLO, KOMPAS.com — Pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Solo, mulai pekan depan diwajibkan mengenakan kebaya bagi perempuan dan beskap bagi laki-laki dengan bawahan kain atau jarik sebagai pakaian kerja. Untuk pegawai pria dilengkapi dengan blangkon.
Pakaian ini rencananya dikenakan setiap hari Kamis. Penggunaan beskap, kain, dan blangkon dicontohkan pertama kali oleh Wali Kota Solo Joko Widodo dan Wakil Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Kamis (9/2/2012) ini.
"Tujuan kebijakan ini untuk melestarikan pakaian tradisional. Kalau sudah tidak ada yang pakai, lama-lama pakaian ini akan hilang," kata Jokowi.
Selain itu, penggunaan pakaian tradisional diharapkan mendorong industri rumah tangga, seperti pembuat blangkon, kain batik, atau penjahit kebaya.
Pegawai perempuan nantinya diwajibkan mengenakan kebaya berwarna putih tulang model kutu baru, dan jarik batik berwarna sogan (coklat) yang menjadi khas batik Solo. Sementara pegawai pria mengenakan beskap berwarna coklat muda dengan jarik sogan.
Kebijakan ini tidak diberlakukan untuk petugas Satuan Polisi Pamong Praja atau petugas Dinas Perhubungan dan dinas lainnya yang bertugas di lapangan.
Selain kepada pegawai Pemkot Solo, nantinya kebijakan ini juga akan diberlakukan kepada anak sekolah.
"Kalau sudah tidak ada yang memakai blangkon, perajin pun lama-lama enggan membuat blangkon karena tidak ada lagi yang membeli," tambah Jokowi, panggilan akrab Joko Widodo.
Untuk memudahkan pengguna, pihaknya telah meminta bantuan Asosiasi Busana Tradisional Ratna Busana Solo, untuk memberi contoh modifikasi busana agar praktis digunakan. Misalnya, kain jarik dijahit seperti rok agar mudah dikenakan. Kain untuk pria sedikit dijahit dan diberi perekat. Agar kencang tinggal diberi ikat pinggang.
Hadi Rudyatmo mengungkapkan pula, ia dan wali kota mengenakan sendiri beskap dan kain tanpa perlu ke salon. Aktivitas juga berjalan seperti biasa. "Saya dandan sendiri pakai kain. Pakainya mudah, tidak perlu bantuan orang lain," katanya.
Soal harga, menurut Jokowi, sangat terjangkau. Rata-rata pegawai ia pastikan memiliki jarik di rumahnya. Adapun untuk kebaya dan beskap, menurut dia bisa dibuat dari bahan yang murah dan ongkos jahit terjangkau. "Kalau mau cari yang murah bisa, cari yang mahal juga ada," katanya.
Salah seorang pegawai Pemkot Solo, Budiman, menyatakan sempat khawatir akan merasa kurang lincah. Namun, ia merasa seiring waktu akan mulai terbiasa. " Saya pikir ini positif untuk uri-uri atau melestarikan budaya Jawa," ujar Budiman.

