Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:02 WIB
Antisipasi Abu Semeru, 3.500 Masker Dibagikan ke Warga
Yatimul Ainun | I Made Asdhiana | Kamis, 9 Februari 2012 | 17:15 WIB
|
Share:
YATIMUL AINUN Legirin bersama istrinya, warga Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, saat diberi masker oleh tim dari PMI Cabang Kabupaten Malang, untuk mengantisipasi abu vulkanik gunung Semeru yang sudah berstatus siaga, Kamis (9/2/2012).

MALANG, KOMPAS.com - Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Malang, Jawa Timur, membagi-bagikan 3.500 masker ke warga di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kamis (9/2/2012). Pemberian masker tersebut adalah untuk mengantisipasi terjadinya letusan abu vulkanik Gunung Semeru yang kini sudah berstatus siaga.

Desa Argoyuwono, adalah desa yang terletak di lereng Gunung Semeru, untuk wilayah Kabupaten Malang, yang jaraknya sekira 8 kilometer dari gunung tertinggi di Jawa itu. Pasalnya, kalau Semeru mengeluarkan abu vulkanik, maka warga di Desa Argoyuwono yang pertama kali terkena imbasnya. "Masker yang dibagikan ke warga hari ini sebanyak 3.500 masker untuk warga Desa Argoyuwono, Ampelgading," jelas Mudji Utomo, Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang.

Pembagian masker itu dilakukan kepada warga setempat dengan dibimbing langsung tim dari PMI Cabang Kabupaten Malang sembari menyampaikan cara pemakaian masker. "Masker ini, kalau bisa setiap beraktivitas dipakai. Untuk mengantisipasi abu vulkanik dari Gunung Semeru," kata Mudji, memberi tahu ke warga, sembari mempraktekkan cara memakai masker yang benar.

Masker diberikan pihak PMI, tak hanya ke rumah-rumah secara langsung. Tapi pihaknya langsung mendatangi warga yang berada di lahannya. "Nyangkul atau ngarit, kalau bisa pakai masker pak. Khawatir ada abu yang mengakibatkan penyakit ispa dan tenggorokannya sakit," jelas Mudji.

Warga langsung tanggap dan memakai masker yang diberikan PMI. Bahkan saat warga diberikan masker, mereka juga meminta masker untuk sanak keluarganya yang diketahui belum memiliki masker. "Kalau yang tidak punya masker, bisa pakai sapu tangan. Yang penting jangan sampai tidak ditutupi selama kondisi Semeru masih belum normal," pinta Mudji.

Sementara itu, Legirin (45), warga Desa Argoyuwono, Dusun Argosuko mengaku, pihaknya memang sudah beberapa pekan ini merasakan cuaca tak seperti biasanya. "Yang biasanya siang dan malam hari cuaca dingin, saat ini cuacanya sudah panas," kata Legirin.

Demikian juga Edy Slamet (27), warga yang setiap harinya mencari rumput untuk makan kambing peliharaannya mengaku, sejak beberapa hari ini cuaca memang cukup panas, tak seperti hari biasanya. "Kepala pusing, membuat hidung sesak. Itu yang dirasakan warga disini. Karena jarak Gunung Semeru ke desa ini sekitar 8 kilomoter. Terima kasih telah diberi masker untuk dipakai cari rumput," katanya.