KEDIRI, KOMPAS.com - Sugiono (52), warga Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur tewas di eks-lokalisasi Dadapan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Rabu (8/2/2012) malam. Korban yang juga kepala sekolah sebuah SD Negeri di Kota Kediri itu tengah menunggu giliran kencan dengan seorang pekerja seks komersial (PSK) setempat.
Kejadian tersebut bermula saat korban sekitar pukul 19:00 wib, bertransaksi dengan TH (27), seorang PSK asal Desa Senden, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, dan disepakati upah kencan sebesar Rp 50 ribu. Usai ada kesepakatan, keduanya kemudian menuju rumah Samiran (48), yang berada di area eks-lokalisasi Dadapan.
Sebelum berkencan, TH minta izin mandi terlebih dahulu, dan menyuruh korban menunggu di depan kamar. Saat keluar dari kamar mandi itu, TH mendapati Sugiono kejang-kejang dan ia langsung berteriak memanggil warga lainnya. Warga yang datang lalu berusaha membawa korban kerumah sakit, namun urung karena korban sudah meninggal dunia.
"Tadinya mau dibawa ke rumah sakit, tapi gak jadi karena sudah gak ada nafasnya. Lalu kami panggil polisi," ujar Siti, warga setempat, Kamis (9/2/2012).
Siti menambahkan, korban sudah terlihat berada di lingkungan Dadapan sejak sore sekitar pukul 16.00. Bahkan sempat pula membeli lotion di warung milik Siti. "Sekitar habis maghrib, dia beli handbody di sini, lalu ketemu si TH itu," pungkas Siti.
Kasatreskrim Polres Kediri AKP Wayan Winaya menjelaskan, saat kejadian, pihaknya bersama petugas identifikasi segera datang dan melakukan olah TKP serta visum di tempat. Saat itu, juga didatangkan petugas medis dari puskesmas terdekat. Dari pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban kemudian dibawa pulang oleh keluarganya untuk dimakamkan. " Diduga kuat karena penyakit jantung," kata AKP Wayan Winaya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Kediri saat dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa korban adalah kepala sekolah di salah satu sekolah dasar negeri di Kecamatan Kota, Kota Kediri.

