TRIBUN LAMPUNG / MARZULI ARI WIBOWO
Gubernur Lampung Sjachroedin ZP
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Gubernur Lampung Sjachroedin ZP tidak ingin terlalu mempersoalkan kasus pelecehan atau penghinaan yang ditujukan kepadanya. Segala hal dan persoalan, menurut dia, semestinya dijalankan sesuai aturan berlaku.
”Selama saya menjabat sebagai Gubernur Lampung (sejak 2004), tidak pernah saya mencari-cari kesalahan orang. Saya selalu berdasarkan aturan,” ungkap Sjahroedin, Kamis (9/2/2012). Ia berkomentar terkait penghinaan yang ditujukan kepadanya oleh Bupati Pesawaran Aries Sandi.
Ia menjelaskan, gaya memimpinnya sangat tegas dan keras. Namun, ini ditujukan untuk mendisiplinkan para pejabat publik yang bekerja di bawah pemerintahannya. ”Kalau ditegur (pejabat/bupati), bukan berarti tidak harmonis. Saya kira tidak ada masalah,” ujarnya menanggapi persoalannya dengan Aries Sandi.
Saat ditanya apakah ia akan melaporkan dugaan penghinaan dan pencemaran nama baiknya itu kepada polisi atau tidak, Sjachroedin enggan menjawabnya. Namun, menurut dia, ia tidak ingin terlalu menanggapi serius persoalan itu. Sebab, menurut dia, ada persoalan lainnya, yaitu pembangunan daerah yang membutuhkan perhatian lebih besar.
Meski demikian, ia angkat bicara soal komentar pedas yang disampaikan Aries Sandi kepadanya dalam acara Bedah Rumah, 26 Januari. ”Rakyat lebih tahu apa yang sudah dibuat untuk rakyat dan bagaimana disiplinnya saya,” tukasnya.

