SURABAYA, KOMPAS.com — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Surabaya telah melayani sekitar 83,9 persen warga Surabaya.
Perusahaan daerah ini juga telah dilengkapi laboratorium penguji yang telah memperoleh sertifikat ISO. Sertifikat ISO/IEC 17025:2005 diserahkan oleh Ketua Komite Akreditasi Nasional (KAN) Bambang Setiadi kepada Direktur Utama PDAM Surya Sembada Ashari Mardiono yang disaksikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kamis (9/2/2012).
Ashari mengatakan, saat ini kapasitas PDAM mencapai 10.830 liter per detik dan melayani sebanyak 461 .000 pelanggan atau 83,9 persen penduduk Surabaya. Dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, PDAM masih dihadapkan sejumlah kendala, antara lain, tingkat kehilangan air sekitar 34 persen dan kualitas air baku yang tak kunjung membaik.
Oleh karena itu, PDAM melakukan beberapa upaya, seperti merevitalisasi penjernihan air dan pembenahan laboratorium yang ada. Tujuannya untuk menjamin dan meningkatkan kualitas air demi kenyamanan pelanggan.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, keberhasilan PDAM memperoleh sertifikat ISO/IEC 17025:2005 merupakan hasil konsistensi dan kerja keras seluruh jajaran PDAM. ”Saya tahu sendiri, untuk mendapatkan sertifikasi ini tidak mudah. Diperlukan usaha keras karena persyaratannya sangat ketat,” ujarnya.
Jadi, kata mantan Kepala Bappeko Surabaya ini, secara bertahap pihaknya akan menghentikan pemberian izin pengambilan air bawah tanah karena berdampak pada kualitas lingkungan.
Selama ini beberapa layanan yang dapat dilakukan di laboratorium PDAM, antara lain, pengujian parameter fisika meliputi temperatur, daya hantar listrik, dan kekeruhan. Selain itu, juga pengujian kimia logam dan organik (nonlogam), pengujian mikrobiologi, dan pengambilan sampel air sesuai permintaan masyarakat.

