JAYAPURA, KOMPAS.com — Berselang dua hari setelah anggota Detasemen B Brimob Polda Papua, Briptu Ronald Sopamena (35), tewas dalam kontak senjata di mil 37 area operasi PT Freeport Indonesia, teror penembakan kembali terjadi di wilayah tersebut. Gerombolan bersenjata kembali menebar teror, Kamis (9/2/2012). Kali ini sasaran mereka adalah warga Kampung Nayaro yang hendak bepergian ke Timika.
Informasi yang diperoleh dari Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Wachyono menyebutkan, Kamis pagi sekitar pukul 06.45 WIT sebuah mobil milik Kepala Kampung Nayaro yang mengangkut lima orang warga ditembaki gerombolan bersenjata. Lokasi kejadian tidak jauh dari lokasi kontak senjata antara pasukan Brimob dan gerombolan bersenjata.
Karena serangan itu, dua orang warga, Benny Yamamo dan Piter Tumoka, terluka terkena peluru. Benny terluka pada dada bagian kanan dan Piter pada kaki. Penumpang lainnya dilaporkan hanya terkena serpihan kaca.
Secara terpisah, Juru Bicara PT Freeport Indonesia Ramdani Sirait mengatakan, lokasi kejadian berada di tanggul timur. Kelima penumpang adalah karyawan CV Yawapu Jaya, sebuah perusahaan milik masyarakat asli Kamoro. Perusahaan tersebut merupakan kontraktor yang bekerja untuk PT Freeport Indonesia untuk proyek reklamasi.
Pihak Freeport, menurut Ramdani, prihatin dengan berulangnya penembakan di wilayah kerja mereka. Untuk itu mereka memberi dukungan penuh kepada pihak keamanan untuk menyelidiki kasus tersebut.

