Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 23:41 WIB
Gubernur Kalteng: Jembatan Kalahien Aman Dilewati Kendaraan
Dwi Bayu Radius | Robert Adhi Ksp | Rabu, 8 Februari 2012 | 22:44 WIB
|
Share:
Banjarmasin Pos Gubernur Kalteng, Teras Narang.

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang menegaskan, Jembatan Kalahien yang ditabrak tongkang pengangkut batu bara aman untuk dilewati. Mobil dan sepeda motor dapat melewati jembatan tersebut kecuali kendaraan dengan berat lebih dari enam ton.

Menurut Teras di Palangkaraya, Rabu (8/2/2012), masyarakat tak perlu mengkhawatirkan kondisi jembatan akibat tabrakan. Bagian yang dihantam tongkang yakni pengaman tiang utama beton yang berfungsi sebagai semacam bemper. Karena itu, tongkang tak langsung membentur jembatan .

Hantaman juga tak sampai membuat jembatan miring, retak, atau bergeser. Lagi pula, tutur Teras, elastisitas jembatan termasuk tinggi. Jembatan Kalahien di Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Barito Selatan, yang membentang di atas Sungai Barito, ditabrak tongkang, Minggu (5/2/2012).

Setelah tongkang menabrak jembatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalteng langsung menurunkan tim untuk mengecek kondisi jembatan. Teras sempat meninjau langsung kondisi Jembatan Kalahien Selasa (7/2/2012). Di jembatan, ia menyimak penjelasan mengenai tabrakan dari Bupati Barito Selatan Farid Yusran.

Teras sempat mengamati sepotong celah aspal sekitar lima sentimeter (cm) di jembatan. "Ia mengatakan, celah itu bukan diakibatkan tabrakan. Memang, di setiap jembatan umumnya ada celah seperti itu. Sebelum tabrakan pun, celah sudah ada," tuturnya.

Pemerintah pusat juga tengah mengawasi Jembatan Kalahien. Paling lambat akhir pekan ini, tim Kementerian PU akan meninjau langsung untuk memeriksa keadaan jembatan secara lebih detil. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng sedang menunggu arahan Kementerian PU .

"Tim akan turun untuk meyakinkan bahwa jembatan benar-benar layak digunakan. Saat ini, hanya perlu sedikit pengaturan terhadap kendaraan yang lewat jembatan," kata Teras.