TEGAL, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah meluncurkan program Tegal Bisnis 2012 untuk meningkatkan investasi, produktivitas, dan daya saing usaha menengah kecil dan mikro (UMKM), serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Tegal. Tegal Bisnis 2012 merupakan kelanjutan program tahunan Tegal Sehat 2010, Tegal Cerdas 2011.
Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya, Rabu (8/2/2012) mengatakan pada tahun 2013 mendatang Pemkot Tegal juga akan meluncurkan Program Tegal Maritim, dan Program Tegal Wisata pada 2014.
Melalui Program Tegal Bisnis 2012, menurut Ikmal, pemerintah berupaya meningkatkan investasi dengan mempermudah perizinan. Hal itu diwujudkan dengan menerapkan sistem layanan perizinan online, pada Januari lalu.
Selain itu pemerintah juga akan memprioritaskan peningkatan produktiv itas dan daya saing UMKM. Beberapa sektor yang menjadi prioritas pengembangan, antara lain ikan asin, batik, logam, shuttlecock atau bola bulu tangkis, dan sarung. Beberapa produk tersebut saat ini telah ma mpu menembus pasar luar negeri, seperti bola bulu tangkis dan sarung.
Pengembangan sektor UMKM melalui pelatihan, pemberian fasilitas kerja, dan pembentukan kemitraan sektor industri kecil. Dengan meningkatnya kualitas dan daya saing UMKM, diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap usaha kecil, saat ini Pemkot Tegal mel arang pendirian minimarket waralaba baru di wilayah tersebut. Maraknya minimarket waralaba di Tegal dikhawatirkan mematikan ekonomi rakyat.
Melalui Program Tegal Bisnis, Pemkot Tegal juga menargetkan penurunan angka pengangguran hingga 50 persen. Saat ini, jumlah pengangguran di Kota Tegal sekitar 12.000 jiwa. Diharapkan dengan peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi, pada akhir 2012, jumlah pengangguran bisa terkurangi separuhnya.
Menurut Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Tegal, Supriyanta saat ini jumlah UMKM di Kota Tegal sekitar 31.000 unit. Pengembangan kualitas dan daya saing UMKM dilakukan secara bertahap hingga tahun 2014.
Pada tahap awal, pemerintah akan membangun sentra-sentra industri kecil. Sentra industri yang akan dikembangkan, antara lain sentra pengolahan ikan di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, sentra batik tulis di Kecamatan Tegal Selatan, dan sentra itik petelur di Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana.
Pemerintah juga memberikan syarat bagi industri besar yang akan berinvestasi di Kota Tegal, agar bermitra atau menggandeng UMKM. Dengan demikian, kehadiran industri besar tersebut tidak akan mematikan UMKM di Kota Tegal.
