AMBON, KOMPAS.com — Perum Bulog Divisi Regional Maluku hanya mampu menyerap 3.056 ton beras sepanjang tahun 2011. Jumlah ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan di Pulau Buru.
Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Maluku Tugiyo, di kantornya, Ambon, Maluku, Rabu (8/2/2012), mengatakan, beras yang berhasil dibeli oleh Bulog tersebut semuanya berasal dari sentra beras di Pulau Buru, Maluku. Beras yang diserap dari petani di Buru itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan Bulog Maluku di dua kabupaten di Pulau Buru, tambahnya.
Adapun gabah dan beras dari sentra pertanian lainnya, yaitu dari tiga kabupaten di Pulau Seram, belum bisa diserap Bulog. Menurut Tugiyo, itu karena harga jual gabah dan beras petani sering lebih mahal dari harga pembelian pemerintah.
Dia menambahkan, setiap tahun beras yang bisa diserap Bulog dari petani di Maluku memang hanya sekitar 3.000 ton. Karena itu, untuk mencukupi kebutuhan Bulog di Maluku yang besarnya sekitar 3.400 ton per bulan, beras harus didatangkan dari luar Maluku.
Sebanyak 3.400 ton beras yang dibutuhkan Bulog setiap bulannya itu mayoritas beras untuk rakyat miskin (raskin), sisanya untuk personel TNI, tahanan di lembaga pemasyarakatan, dan operasi pasar.

