AMBON, KOMPAS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika tidak memperpanjang lagi periode peringatan dini cuaca ekstrem di perairan Maluku. Pelayaran antar pulau kembali normal. Administratur Pelabuhan Ambon, Maluku, pun tidak lagi memberlakukan sistem buka-tutup bagi pelayaran.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ambon, Erasmus Kayadu, Rabu (8/2/2012), mengatakan, tinggi gelombang laut di hampir seluruh perairan Maluku selama satu pekan ke depan, diperkirakan di bawah dua meter.
Hanya di perairan Maluku, persisnya di Laut Seram bagian barat saja yang tinggi gelombangnya bisa mencapai tiga meter. Itu pun diperkirakan hanya terjadi tanggal 9 Februari. Atas kondisi tersebut, peringatan dini cuaca ekstrem yang telah dikeluarkan BMKG sejak dua pekan lalu, berakhir kemarin.
"Peringatan dini hanya dikeluarkan saat tinggi gelombang laut di perairan Maluku di atas dua meter karena ombak setinggi itu yang bisa membahayakan pelayaran," ujarnya.

