Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 23:34 WIB
Bandara Mandailing Natal Ditargetkan Beroperasi Sebelum 2016
Aufrida Wismi Warastri | Robert Adhi Ksp | Rabu, 8 Februari 2012 | 14:26 WIB
|
Share:
shutterstock Ilustrasi

MEDAN, KOMPAS.com — Kabupaten Mandailing Natal yang berjarak 12 jam perjalanan darat dari Medan, Sumatera Utara, mengusulkan pembangunan bandara di daerahnya.

Akhir tahun lalu, kabupaten yang lebih dekat jaraknya dari Padang, Sumatera Barat, dibandingkan dari Medan itu telah memaparkan rencana pembangunan bandara kepada Kementerian Perhubungan. Bandara ditargetkan sudah beroperasi sebelum tahun 2016.                

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mandailing Natal Harlan Batubara, Rabu (8/2/2012), mengatakan, setelah paparan itu, Kementerian Perhubungan meminta pihaknya untuk menyelesaikan masalah lahan, mempertegas skenario pembiayaan, dan perbaikan teknis rencana induk (masterplan) yang sudah dipaparkan. 

Perbaikan, di antaranya, penyesuaian arah angin dan pembangunan fasilitas bencana mengingat Mandailing Natal berada di kawasan rawan bencana.                

Harlan mengatakan, rencananya bandara akan berlokasi di Kecamatan Bukit Malintang, sekitar 12 kilometer dari Panyabungan, ibu kota kabupaten.  Luas bandara sekitar 48 hektar dengan panjang landas pacu dibangun bertahap dari 1.200 meter, menjadi 1.400 meter, kemudian 1.800 meter.

Sebanyak 85 persen lahan yang akan dijadikan bandara saat ini masih berupa perkebunan karet milik PD Sumut dan 15 persen sisanya berstatus hutan produksi terbatas dari Kementerian Kehutanan.

”Kami tengah mengurus pinjam pakai lahan kepada gubernur dan Kementerian Kehutanan,” kata Harlan.                

Menurut Harlan, bandara ini penting bagi warga Mandailing Natal karena transportasi ke provinsi (Medan) selama ini sangat jauh sekitar 12 jam perjalanan darat jika tanpa gangguan. Jika cuaca buruk, perjalanan bisa lebih lama.

Bandara terdekat ada di Aek Godang, Tapanuli Selatan, yang jaraknya 3,5 jam dari Panyabungan. ”Susi Air sudah mendarat 3 kali sehari di Aek Godang. Seminggu tiga kali mendarat di Mandailing Natal nantinya pun sudah bagus,” tutur Harlan.  

Apalagi, lanjut Harlan, banyak perusahaan mulai berdiri di Mandailing Natal termasuk perusahaan tambang Sorik Mas Mining. ”Masterplan sudah siap, tinggal pendalaman,”  kata Harlan.