KOMPAS/YULVIANUS HARJONO
Massa PDI Perjuangan berunjuk rasa mendesak Bupati Pesawaran Aries Sandi meminta maaf terkait pelecahan nama Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, Rabu (8/2/2012). Sebelumnya, Aries sempat menyebut Gubernur mantan polisi goblog.
GEDONG TATAAN, KOMPAS.com — Ribuan simpatisan dan fungsionaris PDI-P yang hendak mendatangi Kantor Bupati Pesawaran sempat dihadang ratusan massa berpakaian preman yang membawa senjata tajam dan bambu runcing, Rabu (8/2/2012).
Ratusan pemuda berpakaian preman yang mengatasnamakan Kelompok Petir ini membentuk barikade di depan tempat pemakaman umum di Gedong Tataan. Suasana sempat mencekam ketika massa pendukung Bupati Pesawaran Aries Sandi ini berhadap-hadapan dengan ribuan massa PDI- P yang datang dari Pringsewu, Tanggamus, dan Lampung Barat.
”Kami datang ke sini dicegat, disambut pedang. Untung ada polisi yang menggiring kami masuk ke sini,” tutur Sudewi, fungsionaris PDI-P dari Pringsewu.
Sudewi dan sejumlah rekannya bisa menembus barikade massa berpakaian preman dan melanjutkan unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Pesawaran.
Unjuk rasa ini terkait pelecehan atau penghinaan yang diduga dilakukan Bupati Pesawaran Aries Sandi terhadap Gubernur Lampung.

