Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 08:08 WIB
Masalah Imigran dan Penyelundupan Manusia
Penanganan Kasus Imigran Dilakukan Terpadu
Cyprianus Anto Saptowalyono | Agus Mulyadi | Rabu, 8 Februari 2012 | 10:29 WIB
|
Share:

M Hilmi Faiq/KOMPAS
Ilustrasi: Para imigran gelap saat berada di ruang tahanan Kantor Imigrasi Kelas I Polonia Medan, Rabu (25/1/2012). c

TERKAIT:

SERANG, KOMPAS.com - Penanganan kasus-kasus imigran dan penyelundupan manusia harus dilakukan terpadu, dengan melibatkan berbagai instansi.

Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigadir Jenderal (Pol) Eko Hadi Sutedjo saat meresmikan Gedung Satuan Tugas Daerah People Smuggling Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Bante, di kawasan Sempu, Kota Serang, Rabu (8/2/2012) pagi ini.

Sebagai gambaran, dengan posisinya yang dekat dengan Selat Sunda,  wilayah Banten rawan dijadikan tempat transit imigran sebelum mereka pergi ke negara tujuan, terutama ke Australia.

"Banten termasuk satu dari 9 daerah yang dinilai rawan penyelundupan manusia," kata Eko.

Acara peresmian gedung, dihadiri antara lain unsur musyawarah pimpinan daerah, perwakilan kepolisian federal Australia, perwakilan IOM, dan jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Banten.