Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 08:08 WIB
POLEWALIMANDAR
Warga Jual Tabung untuk Beli Minyak Tanah
Junaedi | Glori K. Wadrianto | Rabu, 8 Februari 2012 | 08:03 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/Junaedi Tumpukan tabung elpiji 3 kilogram di salah satu pangkalan di Polewali Mandar. Sudah sejak tiga pekan terakhir, produk bersubsidi ini langka didapatkan.

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram yang terjadi sejak tiga pekan terakhir membuat warga di Polewali Mandar, Sulawesi Barat menjual tabung kosong. Tabung itu dijual agar mereka bisa membeli minyak tanah.

Di wilayah ini, jika pun ada tabung elpiji 3 kilogram, harganya sudah melonjak hingga lebih dari Rp 20 ribu per tabung.

Ahmad, warga Kelurahan Pekkabata misalnya. Selasa (7/2/2012) kemarin, ia menjual tabung pembagian dari Pertamina. Ahmad kesal lantaran tabung kosong yang hendak ditukarkan di pengecer tak kunjung bisa dilakukan.

Setelah tawar menawar dengan salah satu pangkalan, Ahmad akhirnya melepas tabung elpiji kosong miliknya seharga Rp 80 ribu. "Daripada tidak bisa memasak, saya terpaksa menjual tabung untuk membeli minyak tanah," ujar Ahmad.

Namun, cara Ahmad ini bukanlah solusi yang menguntungkan. Harga minyak tanah di Polewali sudah mencapai Rp 15.000 per liter. Bahkan, di desa dan dusun harganya bisa lebih mahal lagi. Namun karena alasan terdesak, Ahmad akhirnya menempuh cara ini.

Pemilik pangkalan di Kelurahan Pekkabata mengakui, sejak sepekan terakhir pihaknya sudah membeli puluhan tabung warga. Dia menilai, tabung non subsidi isi 12 kilogram sulit menjadi pilihan. Pasalnya, harga elpiji 12 kilogram mencapai Rp 98 ribu per tabung, belum termasuk harga tabung yang mencapai Rp 600 ribu.

Sejumlah warga mencurigai, kelangkaan elpiji dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menaikkan harga, yang ujungnya hanya memberatkan warga.