Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 23:33 WIB
Video Kekerasan di Bali
Pelaku Penganiayaan, Anggota Geng Motor
Muhammad Hasanudin | Glori K. Wadrianto | Selasa, 7 Februari 2012 | 17:19 WIB
|
Share:
KOMPAS.COM/MUHAMMAD HASANUDIN Kiki Ariyani (15), korban dalam video kekerasan remaja di Bali dijemput oleh salah seorang petugas Polresta Denpasar di rumahnya Jalan Sidakarya, Selasa (7/2/2012).

DENPASAR, KOMPAS.com - Terungkap sudah siapa saja pelaku dan korban dalam video kekerasan terhadap remaja putri di Bali yang beredar dalam situs jejaring sosial sehari belakangan ini. Selasa siang (7/2/2012), Kompas.com berhasil menemui korban, dan melakukan wawancara terkait penganiayaan yang terjadi di dalam video berdurasi 5 menit 36 detik tersebut.

Di sebuah sudut Gang Taman Bali, Jalan Sidakarya, Denpasar berdiri sebuah rumah sangat sederhana, bercat putih dengan dinding terbuat dari triplek. Di sinilah seorang gadis belia bernama Kiki Ariyani, yang tak lain adalah korban kekerasan tinggal bersama paman, bibi dan tiga sepupunya.

Saat Kompas.com bertandang ke rumah Kiki, gadis berusia 15 tahun ini tampak ramah dan penuh senyum. Setelah kami memperkenalkan diri, Kiki pun tak ragu lagi menceritakan peristiwa naas yang ia alami. "Itu kejadiannya sudah lama, sekitar satu bulan lalu, sebelum natal," ucapnya penuh senyum.

Karena kejadian sudah cukup lama, tak terlihat raut sedih di wajah Kiki. Ia lantas menceritakan seluruh kejadian, mulai dari perkenalan dengan para pelaku. "Itu temen-temen kelompok racing, geng motor, saya ikut bulan Februari tahun lalu, tapi gak pernah ikut kumpul-kumpul," jelas Kiki.

Nama geng motor tersebut adalah Cewek Macho Performance (CMP) yang sepengetahuan Kiki didirikan sekitar satu setengah tahun silam.

Setelah panjang lebar menceritakan perkenalan Kiki dengan rekan-rekan di geng motornya, Kiki kemudian menuturkan kronologi penyiksaan yang terekam melalui kamera telepon genggam tersebut. "Waktu itu mereka jemput ke sini bertujuh, trus naik 4 motor boncengan sama saya. Katanya maen-maen aja," kenangnya. "Saya dibawa ke sebuah lapangan di daerah Glogor Carik, awalnya ketawa-ketawa, trus akhirnya ya seperti di video itu," imbuh Kiki.

Dari pengakuan gadis yang putus sekolah sejak kelas 5 SD ini, penganiayaan terjadi karena adanya permasalahan pribadi dengan mereka. "Katanya saya dibilang nginjek-injek baju CMP, trus katanya saya juga gelapin uang hasil jual helm sama memori hp," kata Kiki.

Seperti dalam video, Kiki pun menjadi bulan-bulanan ketujuh rekannya hingga tersungkur ke tanah. Beruntung ada seorang ibu yang menyelamatkannya, dan para pelaku pun kabur menggunakan sepeda motor.