KOMPAS/IRMA TAMBUNAN
Ribuan ikan di kolam budidaya di Muaro Jambi mati mendadak, Selasa (7/2/2012). Diduga, cuaca ekstrem belakangan ini menyebabkan ikan tak tahan panas dan mati.
MUARO JAMBI, KOMPAS.com- Ketidakstabilan harga di pasar mengakibatkan petani ikan di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, mengosongkan kolam. Saat ini, sekitar 1.500 kolam budidaya air tawar menganggur.
Itu terdiri atas sekitar 1000 kolam di Kecamatan Kumpeh Ulu, Muaro Jambi, dan 500 kolam di Kecamatan Sungai Gelam.
Penyebabnya adalah membanjirnya pasokan ikan tanpa diiringi daya serap pasar yang kuat.
Ketua Kelompok Tani Tunas Baru, Timan, mengatakan, pasar tidak hanya kebanjiran pasokan ikan lokal, tapi juga patin dari luar daerah. Sehingga, harga yang semula Rp 13.000, jatuh menjadi Rp 9.500 hingga Rp 10.000 per kg.
"Kami kesulitan menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Timan, Selasa.

