SHUTTERSTOCK
MEDAN, KOMPAS.com - Diduga tak sanggup mengatasi konflik rumahtangga, Hermanto (32) asal Dusun II, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang memilih mengambil jalan pintas. Pria yang telah memiliki dua anak itu menjerat lehernya sendiri hingga meregang nyawa.
Aksi bunuh diri itu terungkap setelah kepala dusun setempat, Ridwan bersama sejumlah warga mendatangi rumah korban, Minggu (5/2/2012) malam. Awalnya warga curiga sejak dua hari lalu pintu rumah sederhana itu selalu terbuka. Bahkan dari kejauhan terlihat televisi di ruang tamu tetap menyala. "Kondisinya tidak berubah, baik tivi maupun pintu selalu seperti itu kondisinya sejak hari Jumat," kata Ridwan, Senin (6/2/2012) kemarin.
Rasa penasaran itu akhirnya terjawab dengan ditemukannya jasad korban sudah tergantung di ruang tamu. Menurut Ridwan, korban diduga sengaja mengakhiri hidupnya sendiri dengan motif keributan rumah tangga. "Kami taunya dari surat yang ditulis dia (korban) sebelum meninggal. Surat itu ada di dekat mayatnya," kata Ridwan.
Ridwan mengaku tak begitu mengenal kehidupan pribadi korban, karena baru dua bulan berdomisili di dusunnya. Tapi dari surat itu, menurut Ridwan, dapat disimpulkan kalau korban stres karena ditinggal kabur istri, Ekayunita (27) dan dua anaknya. Surat bertuliskan tulisan tangan itu juga menyinggung kondisi korban sebagai pengangguran, sehingga tak mampu membeli susu kedua anak mereka yang masih balita.
Kepala Unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP Faidir Chaniago mengatakan, kasus itu tidak mereka tindaklanjuti ke ranah hukum, karena ada keberatan dari pihak keluarga. Bahkan, pihak keluarga bersikeras menolak permintaan polisi saat hendak melakukan visum atas jasad korban di RSU Pirngadi, Medan. "Keluarga menganggap kematian itu murni bunuh diri. Jadi mereka beranggapan tak ada yang perlu diusut," kata Faidir.
