LUMAJANG, KOMPAS.com - Sejak dinaikkan statusnya dari waspada menjadi siaga level III, Gunung Semeru terus memuntahkan lava pijar. Meski begitu masyarakat yang tinggal di sekitar gunung tertinggi di Jawa tersebut tetap tenang.
"Guguran material vulkanik dan lava pijar masih terus terjadi dari puncak Jonggring Saloko. Tadi malam guguran lava pijar mencapai jarak 300-500 meter dari puncak mengarah ke Besuk Lengkong Curah Kobokan," tutur Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Rochani, Minggu (5/2/2012).
"Data kegempaan Gunung Semeru yang terpantau di Pos Pantau Gunung Sawur mencatat per 4 Februari 2012 terjadi 79 kali hembusan, 16 kali guguran, dua kali gempa tektonik jauh, dan sekali gempa vulkanik dalam. Hingga kini statusnya masih tetap siaga level III," ujar Sofyan, petugas pengamat Gunung Semeru di Pos Pantau Gunung Sawur Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Lumajang .
Status Gunung Semeru pada Kamis (2/2/2012) oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dinaikkan dari waspada level II menjadi siaga level III. Salah satu pertimbangan menaikkan status Semeru adalah semakin intensifnya api diam atau sinar api di kawah Jonggring Saloko serta makin intensifnya guguran lava pijar dan guguran awan panas.
Dengan peningkatan status tersebut, masyarakat dihimbau tidak berakt ivitas di 4 kilometer (km) seputar lereng tenggara kawah Jonggring Saloko yang meru pakan alur luncuran awan panas. Pendaki atau pengunjung Gunung Semeru juga dilarang mendekati kawah dalam radius 1 km dikarenakan sering terjadi lontaran material vulkanik berupa batu atau batu pijar.
Tenang
Meski status Gunung Semeru sudah dinaikkan dari waspada menjadi siaga level III, namun masyarakat yang tinggal di sekitar gunung tertinggi di Jawa tersebut mengaku tidak cemas. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa.
"Meski status Gunung Semeru menjadi siaga , namun masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Meski begitu kami tetap harus waspada dan berkoordinasi dengan petugas Pos Pantau Gunung Sawur untuk mengetahui kondisi terkini Semeru," tutur Ana ng, warga Dusun Rowo Baung Desa Pronojiwo Kecamatan Pronojiwo Lumajang.
Anang mengaku selama ini Besuk Bang yang berjarak kurang 1 kilometer (km) dari rumahnya memang menjadi aliran lahar Gunung Semeru. Itu sebabnya meski tetap tenang, ia selalu memantau perkembangan Semeru utamanya mengenai peningkatan debit air di Besuk Bang.
Dusun Rowo Baung dan Dusun Supit Urang Kecamatan Pro no jiwo merupakan dua dusun yang dalam catatan PVMBG merupakan wilayah terdekat dengan pusat letusan Gunung Semeru. Jaraknya h anya 9 km dari puncak Semeru. Di wilayah tersebut berpotensi terkena ancaman material vulkanik baik awan panas maupun lahar.
