BANJARMASIN, KOMPAS.com - Buku Pesona Anggrek Meratus yang baru-baru ini diterbitkan oleh Perhimpunan Anggrek Indonesia Kalimantan Selatan diarahkan untuk bisa menjadi suvenir dari daerah. Setiap tamu dari luar daerah, baik wisatawan maupun pejabat diharapkan bisa mendapatkan oleh-oleh berupa buku tersebut.
Demikian dikatakan Sekretaris Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kalsel, Yulianto, Minggu (5/2/2012). Tamu yang datang, terutama pejabat daerah yang berkunjung ke Kalsel cukup banyak.
"Alangkah baiknya, jika cinderamata asal Kalsel yang ditukar adalah buku yang berisi potensi anggrek yang jumlahnya cukup banyak," ujarnya.
Menurut Yulianto pihaknya sudah berupaya memasarkan buku dengan tebal 200 halaman tersebut. Namun upaya itu belum mendapat respon positif dari pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya. Dari 1.000 eksemplar buku hasil cetakan pertama dan kedua, baru sekitar 300 yang laku.
Ia mencontohkan dalam sebuah pameran di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Januari lalu, pihaknya telah menawarkan produ k tersebut ke Istri bupati setempat. Tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Padahal, Tanah Laut dikenal sebagai salah satu wilayah endemis anggrek Kalsel. Salah satu jenis anggrek bulan (Amabilis pelaihari) ditemukan di sana.
Upaya menerobos langsung ke daerah obyek wisata juga terkendala sarana. Di Pasar Apung dan Pasar Permata di Martapura, misalnya, kedua tempat itu tidak memiliki gerai buku yang bisa dimanfaatkan untuk menjual souvenir buku.
"Pada April nanti rencananya ada kapal pesiar yang akan mampir ke Banjarmasin. Kami sudah mencoba koordinasi dengan dinas pariwisata untuk menambah jadwal lokasi kunjungan ke tempat penangkaran anggrek. Harapannya di situ kami bisa ikut menjual," ucapnya.
Buku Pesona Anggrek Meratus sendiri berisi hasil eksplorasi selama tiga tahun terakhir oleh PAI Kalsel. Isinya ada sekitar 200 spesies anggrek yang berhasil kami temukan di alam.
Kalsel sendiri merupakan salah satu gudang anggrek di Kalimantan. Dari 4.000-an jenis anggrek di Indonesia , sekitar 3.500 bisa dijumpai di Kalimantan, termasuk Kalimantan Selatan. Di Kalsel sebagian besar anggrek tumbuh di Pegunungan Meratus yang membentang dari Kabupaten Tanah Laut hingga Tabalong di perbatasan dengan Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel, Sriyono , mengatakan pihaknya berusaha mendorong pengembangan tanaman anggrek di Kalsel, salah satunya mendorong pelaku usaha di bidang tanaman hias untuk membudidayakan anggrek yang ada.
