Kamis, 28 Agustus 2014

News / Regional

Komoditas

Harga Karet Bergerak Naik

Sabtu, 4 Februari 2012 | 16:18 WIB

SEKADAU, KOMPAS.com - Di tengah tren penurunan harga karet nasional, harga karet lembaran di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, justru naik dari Rp 15.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram.

Kenaikan harga dipicu turunnya produksi di tingkat petani. Laurensius Turut (64), petani karet di Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, mengatakan, harga terus bergerak naik sejak Desember lalu.

"Pada bulan Desember 2011 lalu, harga karet turun cukup banyak. Semula harga karet sheetatau lembaran Rp 19.000 per kilogram menjadi Rp 15.000 per kilogram. Sekarang sudah naik lagi menjadi Rp 18.000 per kilogram," kata Turut, Sabtu (4/2/2012).

Selain karet sheet, harga getah karet yang belum dibentuk lembaran juga naik dari Rp 11.000 menjari Rp 12.000 per kilogram.

"Beberapa teman di daerah lain di Sekadau juga mengungkapkan, sekarang harga karet mulai naik lagi," kata Turut.

Kenaikan harga karet di Sekadau dipicu berkurangnya stok di pabrik-pabrik pengolahan dan berkurangnya produksi.

"Setiap awal tahun baru Imlek, harga karet memang selalu naik karena bos-bos Tionghoa yang sering membeli getah libur sehingga pasokan ke pabrik-pabrik berkurang," ujar Turut.

Saat musim hujan seperti ini, produksi getah karet juga berkurang karena petani tidak bisa menyadap karet.

Di Nanga Mahap, kata Turut, para petani hanya bisa menyadap antara tiga sampai empat hari dalam seminggu, sehingga rata-rata produksi 20 kilogram per hektar per hari turun menjadi 15 kilogram per hektar per hari.

"Kalau waktu pagi hujan lalu disadap, pohon lama kelamaan bisa mati," kata Turut.


Penulis: Agustinus Handoko
Editor : Agus Mulyadi