Kamis, 23 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Februari 2012 | 16:22 WIB
Puting Beliung Hancurkan 8 Rumah di Majene
Junaedi | I Made Asdhiana | Selasa, 31 Januari 2012 | 22:18 WIB
|
Share:

KOMPAS.com/Junaedi
Angin putting beliung yang menerjang pemukiman warga di lingkungan Teppo, Rangas dan Kampung Baru, Majene Selasa hari ini porak-poranda diterjang angin. Meski tak ada korban jiwa, namun sedikitnya 8 rumah warga di tiga lingkungan di kecamatan banggae hancur.

TERKAIT:

MAJENE, KOMPAS.com - Angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba membuat warga di tiga dusun di Kecamatan Banggae, Majene, Sulawesi Barat, Selasa (31/1/2012), panik. Warga kaget lantaran angin berputar-putar menerjang permukiman saat mereka sedang beristirahat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun sedikitnya 8 rumah warga rusak diterjang angin dan tertimpa pohon.

Angin puting beliung dan cuaca buruk yang menerjang permukiman warga Majene kali ini adalah kasus yang kesekian kalinya sejak sebulan terakhir. Angin puting beliung yang menerjang permukiman warga di lingkungan Teppo, Rangas dan Kampung Baru, Majene porak-poranda diterjang angin.

Rumah milik Munding, misalnya hancur. Sebuah pohon kelapa sepanjang 50 meter yang tumbang ikut menimpa rumahnya. Akibatnya bagian atap dan dinding rumah Munding roboh. Para tetangga yang bersimpati pun rame-rame membantu Munding membenahi kerusakan rumahnya.

Meski anggota keluarganya selamat dari terjangan angin, namun rumah dan sejumlah perabotan milik Munding rusak. Keluarga Munding tetap bertahan tinggal dengan kondisi seadanya, sambil berusaha secepatnya membenahi kerusakan rumahnya. Kerugian materi akibat kejadian ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Ibrahim, salah seorang warga yang juga saksi mata menyebutkan hujan deras turun disertai angin kencang. Angin berputar selama sekitar lima menit tersebut membuat warga kalang kabut dan memilih keluar rumah karena khawatir rumahnya roboh diterjang angin.

"Angin sangat kencang dan tiba tiba menghantam permukiman warga. Warga panik karena saat kejadian sedang turun hujan deras" ujar Ibrahim.

Hingga kini pemerintah setempat belum turun tangan memberikan bantuan terhadap korban angin puting beliung. Sejumlah warga yang rumahnya rusak berharap pemerintah secepatnya menyalurkan bantuan bahan bangunan agar rumah mereka bisa diperbaiki.