Perhutani
Ratusan pohon jati di Perhutani Randublatung, Blora, Jateng, Senin (30/1/2012) sore tumbang disapu angin puting beliung. Hingga Selasa siang, pendataan masih dilakukan.
BLORA, KOMPAS.com — Puting beliung menerjang kawasan hutan Petak 22, 26, 30, dan 31 Badan Kesatuan Pemangku Hutan Ngliron, Kesatuan Pemangku Hutan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin kemarin pukul 15.30. Peristiwa itu menyebabkan ratusan pohon jati tua dan muda roboh.
Asisten Perhutani Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Ngliron Lukman Jayadi, Selasa (31/1/2012), mengatakan, sebagian besar jati yang tumbang itu merupakan tegakan jati tua umur 47 tahun. Perhutani telah mendata dan segera mengamankan pohon-pohon jati itu.
”Saat ini kami tengah merampungkan proses pemotongan pohon-pohon itu. Kayunya akan kami amankan di tempat pelelangan kayu KPH Randublatung,” kata dia.
Wakil Administratur KPH Randublatung Wilayah Selatan sekaligus Koordinator Kemanan, Untoro Tri Kurniawan, menambahkan, pengamanan melibatkan polisi hutan. Tujuannya untuk mengantisipasi penjarahan kayu-kayu jati yang besar.
”Kami belum menghitung nilai kerugian yang timbul akibat bencana alam itu secara rinci karena tegakan yang roboh banyak sekali. Namun, kami memperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena jati yang tumbang termasuk kategori tanaman produktif dan sudah berusia tua,” kata dia.

