Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 23:06 WIB
Konflik Mesuji
Warga Mesuji Diminta Jaga Kedamaian
Yulvianus Harjono | Agus Mulyadi | Senin, 30 Januari 2012 | 20:47 WIB
|
Share:

KOMPAS/YULVIANUS HARJONO
Ribuan warga di wiayah Tugu Roda, Suay Umpu, Mesuji, Lampung yang mendiami wilayah hutan Register 45 berunjuk rasa, Senin (16/1/2012) di depan Kantor Pemprov Lampung. Mereka menuntut pengukuran ulang atas kawasan Register 45, Mesuji, yang kini dikuasai PT Silva Inhutani Lampung. Ini sebagai solusi mengatasi konflik agraria berkepanjangan di daerah ini.

TERKAIT:

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Menyikapi situasi terkini di Mesuji yang memanas gara-gara semakin banyak warga yang menduduki hutan produksi di Register 45 Mesuji, sejumlah tokoh agama di daerah itu menyerukan pentingnya masyarakat menahan diri dan tidak mengedepankan anarkisme.

Selain itu para pihak berkonflik diminta menjaga suasana damai, memberikan perlindungan bagi wanita dan anak-anak yang tinggal di tenda-tenda. Lalu, meminta pemerintah membangun kerangka penyelesaian konflik di Register 45 secara tuntas dan bermartabat.

Seruan disampaikan bersama oleh tokoh agama dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Lampung, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PW Muhammadiyah Lampung, dan Majelis Sinode Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan, Senin ini.

Mereka yang menandatangani seruan damai ini ini yaitu Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PW Muhamaddiyah Lampung Erizal Rifain, lalu Pendeta Christya MPS GKSBS, dan KH Ngaliman MZ dari PW NU Lampung.

Pada pertengahan pekan lalu, ribuan warga dari Tugu Roda menduduki aset-aset PT Silva Inhutani Lampung dan memblokir jalan lintas timur Sumatera di Mesuji. Tindakan ini kemudian mengakibatkan batalnya kunjungan Komisi II DPR ke wilayah itu.