KOMPAS/FRANS SARONG
Laut NTT sedang mengganas sebagaimana juga terlihat di perairan sekitar perkampungan nelayan Oesapa di Kota Kupang, Selasa (11/1/2011). Sejumlah keramba dan perahu nelayan terombang ambing setelah jaringan tali penambatnya putus diterjang gelombang.
KUPANG, KOMPAS.com - Perairan laut di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih ganas, yang ditandai dengan gejolak gelombang hingga setinggi 3-5 meter.
Kondisi itu menjadi pertimbangan pihak ASDP (angkutan sungai, darat dan penyeberangan) Kupang di Bolok hingga Senin (30/1) belum berani mengoperasikan sejumlah armada feri miliknya. Itu berarti sudah sekitar seminggu feri di NTT berhenti beroperasi.
"Laut NTT masih ganas, sangat riskan kalau armada feri kita dipaksakan beroperasi sekarang terutama untuk rute dengan waktu penyeberangan di atas lima jam," jelas Manager Operasional ASDP Kupang, Arnoldus Yansen di Kupang, Senin pagi.
Mengutip ramalan cuaca yang diterimanya, Arnoldus menyebutkan kondisi cuaca buruk masih terus menghantui kawasan ini hingga ujung pekan pertama Februari mendatang. "Jika hujan disertai angin kencang masih terus melanda, diperkirakan kondisi seperti sekarang masih akan berlangsung hingga tanggal 5 Februari mendatang," tuturnya.
Meski cuaca masih bergejolak, pihak ASDP Kupang merurut rencana akan mengoperasikan satu unit ferinya untuk rute Kupang - Rote, Selasa pagi besok. Kata Arnoldus, pertimbangannya karena gejolak gelombang sedikit mereda, lagi pula waktu tempuhnya kurang dari lima jam atau sekitar empat jam.
Sebagaimana biasanya, kapal motor penyeberangan atau KMP Balibo yang berdaya angkut 12 mobil/truk dan 300 penumpang, akan melayari rute tersebut.

