Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 23:00 WIB
Konflik Mesuji
LPSK Belum Terima Video Baru Soal Made Aste
Yulvianus Harjono | Nasru Alam Aziz | Sabtu, 28 Januari 2012 | 18:12 WIB
|
Share:
Kompas/Yulvianus Harjono Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris (tengah) menyampaikan keterangan pers terkait kedatangan tim LPSK ke Lampung, Sabtu (28/1/2012).

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com -- Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris mengemukakan, pihaknya hingga kini belum menerima rekaman video yang mengungkap dugaan adanya rekayasa kematian Made Aste, warga Mesuji.

"Kami baru tahu itu dari koran, tetapi hingga kini belum lihat videonya. Video ini bisa saja menjadi bukti tambahan untuk mencari kebenaran materil, selain keterangan saksi itu sendiri," kata Haris, Sabtu (28/1/2012) di Bandar Lampung.

Sebelumnya, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Mesuji mengungkap temuan video berisi dokiumentasi asli kejadian tewasnya Made Aste, warga Pelita Jaya, Mesuji, akibat tembakan polisi dalam kegiatan pra-penertiban hutan Register 45 Mesuji. Video berdurasi enam menit itu disebut-sebut menjadi kunci untuk mengungkap tewasnya Made yang sebelumnya disebut hendak menyerang polisi.