SURABAYA, KOMPAS.com — Cuaca ekstrem dengan angin kencang dan hujan diperkirakan masih melanda wilayah Jawa Timur. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur minta seluruh unsur penanggulangan bencana kabupaten/kota siaga menghadapi dampak angin kencang dan gelombang tinggi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Dearah (BPBD) Jatim, Sudarmawan, mengungkapkan, berdasar perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda dan BMKG Maritim Tanjung Perak, Surabaya, kecepatan angin mencapai 50 kilometer per jam dan tinggi gelombang lebih dari 7 meter, terutama di pantai selatan Jawa.
Setiap daerah diminta membentuk posko dan dilengkapi peralatan evakuasi, logistik pengungsian, serta alat komunikasi. BPBD di kabupaten dan kota juga diinstruksikan berkoordinasi dengan instansi terkait, terutama untuk memonitor titik-titik papan reklame dan pohon yang berpotensi ambruk. Upaya itu diharapkan meminimalisasi korban jika terjadi bencana.
Selama tiga hari terakhir, beberapa pohon dan papan reklame ambruk di Surabaya karena angin kencang. Nelayan di beberapa daerah, terutama di Pulau Madura, yang menggunakan perahu kecil juga diminta tidak melaut hingga ketinggian gelombang turun, karena saat ini rata-rata tinggi gelombang berkisar 3 meter hingga 6 meter.
Menurut Sudarmawan, dalam satu bulan terakhir, sudah 10 kabupaten/kota yang melaporkan adanya kerugian material akibat angin gencang. "Empat di antaranya yakni Kabupaten Situbondo, Bangkalan, Kediri, dan Malang, mencatat kerugian lebih dari Rp 1,5 miliar akibat angin kencang," kata Sudarmawan, Sabtu (28/1/2012), di Surabaya.


