SURABAYA, KOMPAS
Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Saifullah Yusuf di Surabaya, Jumat (27/1), mengatakan, keluhan para pelaku industri terkait menurunnya pasokan gas, antara lain, karena Santos, salah satu produsen gas terbesar di Jatim, kembali memperbaiki mesin. ”Kilang Santos di lepas pantai sedang diperbaiki selama 15 hari. Jadi mesinnya masih harus on-off,” kata Saifullah.
Meski demikian, persoalan utama yang memicu krisis gas di Jatim adalah produksi gas yang tidak sesuai dengan kebutuhan sehingga permintaan industri belum terpenuhi. Jatim memiliki cadangan gas besar, tetapi pendistribusiannya belum maksimal. ”Untuk gas ini di hulu sudah memenuhi, tinggal hilirnya yang belum,” ujar Wagub.
Untuk menanggulangi krisis gas, menurut dia, muncul ide tentang perlunya alternatif, antara lain mengganti dengan gas alam padat (CNG). Namun, pembangunan instalasi CNG memerlukan waktu minimal enam bulan sehingga tidak bisa menjadi alternatif pengganti yang cepat.
Melihat potensi gas yang besar, tahun ini Pemprov Jatim akan fokus memperbaiki sistem produksi gas dari hulu hingga hilir. ”Sumbernya sudah ada, jadi tinggal mengatur hilir agar pasokan gas lebih lancar. Saat ini, pipa- pipa gas di Gresik juga mulai diperbaiki sehingga pasokan segera meningkat,” katanya.
Seperti diwartakan, kebutuhan gas di Jatim mencapai 446,4 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Namun, ladang gas Maleo yang dioperasikan Santos memproduksi gas rata-rata 193 MMSCFD. Gas itu disalurkan ke industri di Jatim melalui pipa PT Perusahaan Gas Negara, (Kompas, 26/1).
Menurut Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Achmad Widjaya, krisis gas berakhir jika pemerintah konsisten soal jatah industri. Tanpa ketentuan yang jelas, sejumlah industri di provinsi ini mulai mengurangi produksi dan jam kerja buruh.
Penjatahan gas itu perlu
Minimnya pasokan gas selama 3 bulan terakhir membuat industri keramik, genteng, dan perkayuan mengurangi produksi dan jam kerja. Bila dalam kondisi normal satu shift selama 8 jam, kini 6-7 jam. Harga gas pun naik dari 4 dollar AS jadi 6 dollar AS per satu kaki kubik per hari (cfd).
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Gresik, Triandhy Suprihartono, menyebutkan, selain kenaikan harga dan berkurangnya suplai gas, pengenaan denda hingga 200 persen dari harga gas jika permintaan melebihi kuota juga sangat memberatkan pelaku industri.

