Selasa, 16 September 2014

News / Regional

Mobil Esemka Bisa Pakai Bahan Bakar Gas

Jumat, 27 Januari 2012 | 14:14 WIB

SOLO, KOMPAS.com — Mobil Kiat Esemka hasil rakitan pelajar SMK di Solo yang dirancang menggunakan bahan bakar bensin dapat diubah agar bisa memakai bahan bakar gas.  "Kami telah konsultasi dengan para ahlinya mengenai mobil Kiat Esemka. Nanti setelah diproduksi massal, bisa saja yang semula menggunakan bahan bakar bensin terus diubah menggunakan gas. Ini paling butuh waktu tiga tahun untuk mengubahnya," kata Wali Kota Surakarta Joko Widodo di Solo, Jumat (27/1/2012).

Joko mengatakan, yang diperlukan sekarang ini dukungan penuh dari pemerintah tentang perizinan surat-surat kelengkapan, seperti untuk uji emisi dan kalayakan jalan. Apabila masalah tersebut semuanya sudah beres, mengubah penggunaan bahan bakar dari bensin menjadi gas itu persoalan mudah. "Kami sekarang ini, sambil menunggu turunnya surat-surat yang telah diajukan tersebut, juga terus melakukan pembenahan dapur kami agar nanti bisa sempurna mobil Kiat Esemka yang akan dijadikan program mobil nasional," kata Jokowi.

Produksi massal mobil Kiat Esemka nanti konsepnya tidak dilakukan dengan padat modal, tetapi padat tenaga kerja dan produk yang dihasilkan harus sesuai standar. Jadi, untuk komponen-komponen mobil itu, lanjutnya, bisa dibuat di mana-mana melibatkan ribuan industri kecil menengah dan pada SMK-SMK yang ada di Tanah Air sehingga modal yang diperlukan dalam memproduksi massal mobil ini juga tidak besar.

"Kami untuk produksi tahun pertama hanya butuh modal sekitar Rp50 miliar dan ini nanti sudah bisa memproduksi mobil antara 200-300 unit per bulan. Kami memang konsepnya ingin membuat mobil, tetapi dikerjakan bangsa Indonesia dengan ramai-ramai," katanya sambil menambahkan, untuk mesin dan perakitannya nanti dilakukan di Solo Technopark yang sekarang ini telah dipersiapkan tempatnya.

Mobil Esemka nantinya akan diproduksi oleh PT Solo Manufaktur Kreasi yang didukung usaha kecil menengah dari beberapa daerah, seperti Pasuruan, Surakarta, Madiun, Bekasi, dan Sukabumi. Selain itu juga didukung oleh PT Solo Technopart.


Editor : Glori K. Wadrianto
Sumber: