Selasa, 29 Juli 2014

News / Regional

Warga dan Ternak Tewas di Blitar Terlanda Angin Kencang

Rabu, 25 Januari 2012 | 19:11 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Angin kencang yang melanda sejak awal pekan mulai menimbulkan korban manusia dan ternak. Di Kabupaten Blitar, seorang warga Desa Langon, Kecamatan Srengat, tewas tertimpa pohon jati di sebelah rumahnya yang ambruk akibat angin kencang. Juga ada seorang anak yang tertimpa cabang besar pohon nangka di pekarangan rumah , saat hendak mengambil air di tengah tiupan angin.

Korban meninggal dunia bernama Suryono (50-an) . Pohon jati di pekarangan rumahnya tumbang akibat terkena tumbangan pohon lain. Selain Suryono yang terti mpa pohon, juga dilaporkan adanya tiga warga bertetangga dengan korban yang mengalami luka-luka.

Peristiwanya terjadi hari Rabu (25/1/2012), sementara peristiwa luka yang dialami Neni Fitriyani, warga Kecamatan Jatikerto , anak dari ibu Endang Sopyah, terjadi hari Selasa (24/1/2012). Korban sebagaimana kebiasaannya mengambil air di sumur belakang rumah saat dahan pohon nangka ja tuh dan menimpa dirinya. Namun korban hanya mengalami luka-luka.

Sepanjang hari Rabu, Kepala Bidang pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Katijan berkeliling wilayahnya dan mendapati empat lokasi pohon tumbang yang antara lain mengakibatkan seekor ternak sapi mati, dan rumah serta dapur rumah rusak berat akibat tertimpa pohon tumbang. Pohon besar menimpa kandang sapi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, merusakkan tidak hanya kandang, tapi juga membunuh sapinya dan menghancurkan dapur rumah.

Pohon kelapa, dan pohon sengon ambruk menimpa rumah di dua lokasi berbeda, serta atap gedung SD Tapakrejo 3 di Kepanjen, jebol tertimpa pohon tumbang. Kami masih terus memantau perkembangan, dan sudah melaporkan ke Bupati. Tergantung pertimbangan Bupati, apakah warga korban angin kencang ini akan mendapatkan santunan atau bantuan nantinya, katanya.

Angin kencang di Malang tak sampai mengakibatkan kerusakan yang parah, namun amat mengganggu kegiatan masyarakat . Pohon tumbang berhasil diantisipasi warga, namun banyak warga mengalami kerusakan bagian rumahnya karena atap yang terbuat dari bahan yang mudah tertiup angin seperti atap seng, atap plastik atau tenda berdagang terus berkibar-kibar.

Di Kota Malang listrik mati di beberapa bagian kota, mengakibatkan lumpuhnya kegiatan ekonomi. Jasa warnet pun sempat mengalami putus hubungan. Sementara di pusat perbelanjaan Matos berkali-kali terjadi lampu mati, meski kemudian segera menyala karena aliran listrik dari mesin diesel.

Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemerintah Kabupaten Malang Bagyo Setyono yang dihubungi Rabu menyatakan, pihaknya belum mendapat laporan korban yang serius dari berbagai kecamatan di wilayah, kecuali dahan-dahan pohon berjatuhan.

"Jika angin berada di kawasan perumahan, kerusakan terutama akbat berterbangannya bagian-bagian rumah. Kami masih terus mendata laporan kerusakannya," katanya.


Penulis: Doddy Wisnu Pribadi
Editor : Robert Adhi Ksp