KUDUS, KOMPAS -
”Dari dana itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperoleh dana Rp 4 triliun,” kata Direktur Penanganan Pengungsi BNPB Puji Raharjo di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (24/1).
Menurut Puji, dana tersebut akan dikelola setiap pemerintah daerah, antara lain untuk memperbaiki jalan dan fasilitas pengairan yang rusak, serta perumahan. Program rehabilitasi itu akan digarap lintas kementerian.
Selain itu, sejumlah daerah yang kerap dilanda bencana mendapatkan bantuan sosial berpola hibah. Kabupaten Kudus, misalnya, memperoleh dana sebesar Rp 14,8 miliar.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kudus Samani Intakoris mengemukakan, dana hibah BNPB tersebut digunakan untuk memperbaiki infrastruktur jalan dan pengairan. Sebanyak 10 paket untuk perbaikan jalan dan delapan paket untuk pemulihan pengairan.
Berdasarkan data Dinas Bina Marga, Pengairan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kudus, sebanyak 60 persen atau 374,4 kilometer dari 624 kilometer jalan di Kudus rusak sedang dan parah. Sebagian besar jalan itu berada di Kecamatan Undaan, Mejobo, dan Jekulo yang kerap kebanjiran.
Sementara itu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, memerlukan bantuan berupa perahu berbahan fiber untuk menunjang kegiatan mitigasi bencana banjir di daerah yang dilintasi Sungai Bengawan Solo tersebut. Perahu itu sangat penting artinya karena sejumlah kecamatan di Ngawi selalu dilanda banjir tiap musim hujan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi Eko Heru Cahyono mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan proposal pengajuan bantuan perahu fiber kepada BPBD Provinsi Jatim dan BNPB.
Adapun pihak terkait di Bantul, DI Yogyakarta, BPBD Kabupaten Bantul kembali menambah satu titik pos pemantauan banjir di Desa Girirejo, Imogiri, Bantul. Penambahan satu pos pemantauan ini penting karena ancaman banjir juga mulai terjadi di sejumlah sungai kecil, seperti Sungai Celeng yang mengalir dari Pleret ke Imogiri.
”Awalnya kami hanya akan mendirikan sembilan pos pemantauan. Akan tetapi, melihat ancaman banjir juga terjadi di sungai-sungai kecil, seperti Sungai Celeng, maka kami menambah satu posko pemantauan lagi di Desa Girirejo, Imogiri,” kata Dewanto Dwipoyono, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul.

