Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 22:33 WIB
BAHAN POKOK
Harga Beras Tetap Tinggi
| Jumat, 20 Januari 2012 | 03:35 WIB
|
Share:

Merauke, Kompas - Harga beras di Merauke, Papua, tetap bertahan tinggi meskipun Bulog Subdivre Merauke melakukan operasi pasar beras sejak Senin (16/1).

Di Pasar Merauke, Kamis (19/1), harga beras kualitas medium bertahan pada harga Rp 8.000-Rp 8.500 per kilogram (kg), seperti beras Membramo Rp 8.500 per kg. Harga beras medium jenis Melati bahkan naik lagi Rp 500 per kg dari pekan lalu, kini menjadi Rp 8.500 per kg dari harga sebelumnya Rp 8.000 per kg, sedangkan beras Ciliwung Rp 8.000 per kg.

Kadis Perdagangan Koperasi dan UMKM Merauke Beny Malik menuturkan, untuk menstabilkan harga beras, pemkab meminta Bulog Merauke tetap menggelar operasi pasar.

Situasi serupa terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Harga beras medium jenis IR 64 naik dari Rp 7.900 per kg jadi Rp 8.300 per kg, sedangkan beras super naik jadi Rp 8.900 per kg. Pedagang beras di Jalan Dargo, Semarang, mengemukakan, naiknya harga beras akibat cuaca buruk, yakni hujan berturut-turut, padahal petani membutuhkan cuaca terang dan panas untuk mengeringkan gabahnya. ”Pedagang beras di Demak juga mengeluh karena panen padi di Undaan, Kudus, turun produksinya,” kata Halim, pedagang beras di Dargo.

Sementara itu, di Kalteng telah mendatangkan beras 3.500 ton dari Jatim dan Sulsel karena pengadaan beras oleh Bulog Divre Kalteng dikhawatirkan tidak memadai. Kabid Layanan Publik Bulog Kalteng Dandel Matal mengatakan, 1.000 ton beras tiba di Pelabuhan Pulang Pisau dan 2.500 ton diharapkan tiba di Pelabuhan Sampit pada akhir Januari 2012. (BAY/WHO/RWN)