Minggu, 21 Desember 2014

News / Regional

Kapolda Bali: Perampokan Meresahkan

Jumat, 13 Januari 2012 | 23:14 WIB

DENPASAR, KOMPAS,com -- Kepala Polda Bali Irjen Totoy Herawan Indera mengakui perampokan yang belakangan marak sudah meresahkan masyarakat. Apalagi, perampokan menyasar perkantoran.

"Kami mengimbau agar masyarakat menyimpan barang-barang berharga dengan baik dan aman, terutama di perkantoran," kata Totoy, Jumat (13/1/2012).

Menurut Totoy, pihaknya masih perlu pembuktian yang mendukung untuk mengungkap berbagai kasus perampokan.

"Kesulitan, saya rasa tidak ada, tetapi perlu ada pembuktian yang mendukung dalam penyidikan nanti. Karena barang yang dicuri oleh pelaku merupakan barang yang mudah sekali berpindah tangan, apalagi terkadang korban melaporkannya juga lambat," tuturnya.

Selain itu, kata Totoy, meski sudah menarget pelakunya, penyidikan kasus tidak dapat hanya berdasarkan keterangan saksi maupun korban saja. Polisi perlu mencari alat bukti lebih dulu.

"Pelakunya kemungkinan terkait dengan kejadian sebelumnya, tapi saya belum dapat mengungkap. Dan apakah berkaitan dengan orang dalam juga belum mengarah ke sana," ungkap Totoy terkait kasus perampokan di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali, Jalan Tjok Agung Tresna Denpasar, Kamis (12/1/2012) dini hari.

Sekitar empat orang perampok bertopeng telah mengobrak-abrik tiap-tiap ruangan, menyekap dua orang satpam dan membawa kabur uang ratusan juta rupiah.

Sebelumnya, Kamis (8/12/2011), kantor Kementrian Agama Kota Denpasar, Jalan Gatot Subroto VI J, juga menjadi sasaran permapok yang berhasil membobol brankas berisi uang Rp 55 juta.


Penulis: Ayu Sulistyowati
Editor : Nasru Alam Aziz