Jumat, 31 Oktober 2014

News / Regional

Pertanian

Petani Harapkan Perlindungan Harga Bawang Merah

Senin, 9 Januari 2012 | 22:35 WIB

BREBES, KOMPAS.com- Para petani bawang merah di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berharap agar pemerintah melindungi dan menstabilkan harga bawang merah lokal. Hal itu antara lain dengan pembuatan peraturan daerah mengenai tata niaga bawang merah.

Akibat tata niaga yang tidak berpihak kepada petani, selama ini petani harus berhadapan dengan fluktuasi harga yang tinggi. Bahkan hampir dua bulan terakhir petani mendapatkan harga bawang merah yang sangat rendah, di bawah titik impas.

Para petani menyampaikan hal itu saat bertemu dengan Ketua DPRD Brebes, Illia Amin, Senin (9/1/2012). Mereka mendatangi DPRD Brebes bersama DPC Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Brebes.

Menurut para petani, saat ini harga bawang merah sangat murah, se kitar Rp 2.500-Rp 3.000 per kilogram. Harga tersebut di bawah titik impas, Rp 5.500 per kilogram.

Koordinator petani, Fadjar Pratikto, mengatakan, rendahnya harga bawang merah disebabkan beberapa faktor. Selain karena panen raya, harga bawang merah anklok juga karena pengaruh masuknya bawang merah impor dari beberapa negara di Asia. Rata-rata, volume bawang impor yang masuk ke Brebes sekitar 25-200 ton per hari.

Oleh karena itu, para petani meminta agar pemerintah membantu menstabilkan harga bawang merah, agar petani tidak semakin terpuruk. Mereka juga meminta agar polisi menin dak para pedagang besar yang mendatangkan bawang impor secara ilegal ke Brebes.

Para petani, lanjutnya, berharap agar pemerintah segera menyiapkan peraturan daerah mengenai tata niaga bawang merah, yang berpihak kepada petani. Perda tersebut harus mengatur pengawasan dan pembatasan bawang merah impor, serta bawang merah dari daerah lain, termasuk sanksi bagi pelanggarnya.


Penulis: Siwi Nurbiajanti
Editor : Marcus Suprihadi