Rabu, 26 November 2014

News / Megapolitan

Kerugian Akibat Pohon Tumbang Capai Rp 270 Miliar

Minggu, 8 Januari 2012 | 11:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak awal tahun 2012, hujan tak henti mengguyur Jakarta. Bahkan beberapa hari lalu sempat disertai angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang dan papan reklame ambruk. Kejadian tersebut diperkirakan telah melahirkan kerugian mencapai Rp 270,17 miliar.

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azas Tigor Nainggolan mengatakan,  17 kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat rusak tertimpa pohon dan reklame. Kemudian, lalu lintas Jakarta juga sempat lumpuh beberapa saat karena kemacetan di ruas jalan yang terhalang oleh pohon tumbang.

"Tidak cuma itu, sebanyak 87 pohon yang tumbang mesti diganti. Fasilitas umum yang rusak seperti halte busway dan gedung yang kacanya pecah akibat terkena patahan ranting juga harus diganti. Bisa saja kerugiannya lebih dari Rp 270,17 miliar," kata Tigor, di Jakarta, Minggu (8/1/2011).

Menurutnya, pada peristiwa pohon tumbang Kamis (5/1/2011), terdapat sekitar 5.000.000 mobil yang berada di seluruh ruas jalan di DKI Jakarta. Seandainya, satu mobil harus mengeluarkan dana Rp 54.000 untuk 12 liter bensin karena terjebak macet maka mobil-mobil tersebut akan menghabiskan dana Rp 270 miliar.

Tidak hanya itu, Dinas Pertamanan dan Pemakaman juga memiliki kewajiban untuk mengganti kerugian yang diderita warga yang kendaraannya rusak terkena pohon tumbang. Penggantian masing-masing kendaraan maksimal diberikan sebesar Rp 10 juta "Jumlah kendaraan rusak karena tertimpa pohon ada 17. Kalikan Rp 10 juta. Jadi, pihak asuransi dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta harus membayar asuransi sebesar Rp 170 juta maksimal," jelas Tigor.

Asisten Sekretaris Daerah DKI bidang Perekonomian, Hasan Basri Saleh, mengungkapkan, pihaknya belum menghitung kerugian yang timbul dari pohon tumbang saat hujan angin beberapa hari lalu. "Kami belum dapat data pastinya. Tapi, kerugian pastinya diakibatkan karena kemacetan lalu lintas, kendaraan bermotor yang rusak serta beberapa fasilitas umum yang rusak tertimpa pohon atau patahan ranting," kata Hasan.

Namun menurutnya, yang terpenting saat ini bukan melihat besar kerugiannya melainkan harus mencermati cuaca yang saat ini memasuki saat-saat yang ekstrim. Sehingga dapat membahayakan sistem pelayanan kota jika tidak ditanggulangi dengan baik.


Penulis: Riana Afifah
Editor : Glori K. Wadrianto