Sabtu, 30 Agustus 2014

News / Regional

Rumah Jabatan Bupati Kobar Ludes Dibakar Massa

Kamis, 29 Desember 2011 | 22:31 WIB

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com — Rumah jabatan bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, ludes dibakar oleh massa pendukung salah satu pasangan calon bupati yang dinyatakan kalah. Mereka adalah massa pendukung Bupati Kobar terpilih, Sugianto Sabran-Eko Soemarno (Sukses), yang kemudian dinyatakan kalah oleh Mahkamah Kontitusi.

"Situasi Kota Pangkalan Bun sekarang sangat mencekam," kata salah seorang warga Pangkalan Bun, Marjukianto, di Pangkalan Bun, Kamis (29/12/2011). Hingga sekarang, massa pendukung masih berkumpul di sejumlah titik di pusat perkotaan.

Aksi pembakaran rumah jabatan bupati Kobar itu dipicu kekecewaan kepada pemerintah pusat yang akan melantik bupati terpilih yang dimenangkan MK, yakni Ujang Iskandar-Bambang Purwanto (UJI-BP), Jumat besok.

Massa pendukung Bupati Kobar terpilih, Sugianto Sabran-Eko Soemarno, yang kecewa pada pemerintah pusat menggelar demonstrasi sejak Rabu (28/12/2011). Kemudian, pada Kamis (29/12/2011) sekitar pukul 12.00 WIB massa membakar rumah jabatan bupati Kobar yang berada di jalan Pangeran Antasari, Pangkalan Bun.

Menurut Marjukianto, sebelum membakar rumah jabatan bupati Kobar, massa yang emosi sempat memecahkan kaca-kaca bangunan di sekitarnya. Massa leluasa melakukan aksi pembakaran karena pada waktu itu tidak satu pun aparat keamanan yang melakukan penjagaan. Angin yang bertiup kencang ditambah konstruksi bangunan yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membakar seluruh bangunan rumah jabatan bupati Kobar.

"Kami menduga aksi pembakaran tersebut dilakukan sebagai bentuk kemarahan massa pendukung Bupati Kobar terpilih, yakni Sugianto Sabran-Eko Soemarno, yang kemudian dinyatakan kalah oleh MK," katanya.

Aparat gabungan dari Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah dan Kepolisian Resor Kobar yang terlambat datang di tempat kejadian tidak dapat berbuat banyak. Kelompok massa pendukung Sugianto Sabran-Eko Soemarno membubarkan diri dan meninggalkan tempat kejadian setelah puluhan aparat kepolisian tiba di lokasi.


Editor : Tri Wahono
Sumber: