Kamis, 24 April 2014

News / Regional

Bank Muamalat Rungkut Dirampok

Selasa, 20 Desember 2011 | 13:55 WIB

Baca juga

SURABAYA, KOMPAS.com — Perampokan dengan menggunakan senjata api kembali terjadi di Surabaya, Selasa (20/12/2011). Kali ini mereka menyatroni Bank Muamalat Cabang Rungkut Industri sekitar pukul 07.00 WIB. Sebelum membawa kabur uang di dalam brankas bank senilai Rp 90 juta, perampok ini sempat menyekap empat petugas bank di dalam kamar mandi.

Kepala Polsek Rungkut Komisaris Naufil Hartono menuturkan, keempat pegawai bank yang disekap di dalam kamar mandi adalah customer service, teller bank, petugas satpam, dan office boy.

Saat kejadian, perampok yang terlihat menggunakan pakaian serba hitam, dengan jaket hitam, celana hitam, dan menggunakan helm teropong berwarna hitam mengancam petugas bank dengan senjata api jenis FN. "Para petugas bank ini lalu diminta masuk kamar mandi dan jari mereka diikat dengan kabel tie," tutur Naufil di Mapolsek Rungkut, Selasa (20/12/2011).

Perampok ini beraksi sangat cepat. Menurut Johnson (25), pegawai toko mebel yang ada di dekat bank ini, dirinya sempat keluar membuang sampah sekitar pukul 08.00. Sayangnya, beberapa saat kemudian, ia kembali lagi ke tokonya tanpa menyadari ada perampok yang sedang beraksi di dalam bank. "Waktu saya keluar, kira-kira pukul 8.30 di sini sudah ramai. Kata mereka (warga) bank itu dirampok," tutur Johnson.

Tak ada yang mengetahui peristiwa perampokan ini sebenarnya. Bahkan, ketika polisi mengecek CCTV milik bank, polisi harus menelan pil pahit sebab sebelum perampok itu beraksi, listrik yang ada di dalam bank dimatikan. Akibatnya, CCTV itu tak menyala.

Menurut Noh Rohmana, customer service bank yang juga jadi korban penyekapan perampok, beberapa detik setelah dirinya berada di dalam bank, dirinya langsung ditodong pistol. Karena takut, ia pun menuruti keinginan perampok untuk masuk ke kamar mandi dan jarinya diikat dari belakang. "Di sana (kamar mandi) ternyata sudah ada dua teman saya," kata Noh di Mapolsek Rungkut.

Sementara itu, petugas satpam, Asnan, juga terkejut begitu tahu banknya dirampok. Ia mengatakan, saat perampok itu masuk, dirinya sedang buang air besar di lantai dua. Mendapati perampok itu menggunakan senjata, Asnan pasrah dan turut dengan keinginan perampok itu. "Kunci brankas itu diambil dari teller setelah berhasil mengambil uang, perampok itu pergi," kata Noh.

Ternyata, setelah perampok itu pergi, tak ada yang berani mengejar perampok itu. "Ikatan itu saya lepas sendiri," katanya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Komisaris Farman menjelaskan belum diketahui motif perampokan ini. Namun, besar dugaan pelaku yang beraksi di Bank Muamalat ini adalah orang yang mengenal bank ini. Sebab pelaku ini mengetahui jam-jam di mana bank ini kosong, termasuk memahami sistem keamanan bank ini.


Editor : Glori K. Wadrianto
Sumber: