Papua Barat dan Papua.
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar menyatakan, Brimob dari Satgas Operasi Tumpas Matoa telah menyita perlengkapan persenjataaan dari Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka Divisi II Makodam Pemka IV di Paniai, Papua.
Beberapa perlengkapan itu disita setelah Selasa (13/12/2011) kemarin terjadi bentrokan senjata antara Brimob dan kelompok tersebut hingga malam hari. "Kelompok sipil bersenjata tersebut melakukan serangan tembakan ke arah anggota Satgas sehingga anggota Satgas melakukan pengejaran. Dari aksi itu juga ditemukan sejumlah barang bukti di Markas TPN/OPM Dev II Pemka IV Eduda Paniai, seperti senjata-senjata yang mereka miliki," ujar Boy melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (14/12/2011).
Beberapa barang bukti yang disita antara lain:
1. bendera Bintang Kejora.
2. 53 butir amunisi
3. selongsong 96 buah
4. anak panah 67 buah
5. busur 6 buah.
6. baju loreng 9 lembar
7. celana pendek loreng 2 lembar
8. celana panjang loreng 2 lembar
9. rok loreng 4 lembar
10. laras senjata double loop 1 buah
11. senapan angin 1 buah
12. tongkat komando TPN/OPM 1 buah
13. sangkur 1 buah.
14. sepatu laras PDL 2 pasang.
15. kaos loreng 1 lembar
16. kopel reem 2 buah
17. topi rimba loreng 3 buah
18. laptop Toshiba 1 bh.
19. teropong/ teleskop 1 buah
20. kunci Rantai 1 buah
21. modem 1 buah
22. dokumen keeper berisi dokumen TPN/OPM 1 buah.
Seperti yang diwartakan, Selasa kemarin sekitar pukul 10.30 WIT terjadi kontak senjata antara Brimob dan OPM. Hal itu terjadi karena OPM melakukan penyerangan ke arah Tim Satgas Brimob yang tengah mendatangi wilayah Paniai tersebut. Akibat kontak senjata ini, salah satu anggota Brimob, Bripka Supono, mengalami luka tembak.
