Kamis, 24 Juli 2014

News /

Gunung Sindoro Tak Alami Deformasi

Selasa, 13 Desember 2011 | 15:39 WIB

Berita terkait

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Gunung Sindoro di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah yang statusnya dinyatakan meningkat menjadi waspada, hingga sekarang tidak mengalami deformasi atau penggemukan tubuh.

Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat, Badan Geologi, Hendra Gunawan, Selasa (13/12/2011), mengatakan berdasarkan pemantauan dalam empat hari terakhir tidak terjadi deformasi dan aktivitas Gunung Sindoro cenderung menurun. "Namun, status tetap Waspada. Kami tidak berani berspekulasi, Sindoro tetap diawasi dan dianalisa," katanya.

Berdasarkan data seismik pada Senin (12/12) terjadi gempa vulkanik dalam tujuh kali, gempa vulkanik dangkal dua kali dan gempa hembusan 14 kali, sedangkan pada Minggu (11/12/2011) terjadi lima kali gempa vulkanik dalam, lima kali gempa vulkanik dangkal, 14 kali hembusan, dan satu kali gempa tremor.

Hendra mengatakan, dengan aktivitas yang terjadi saat ini masih jauh dari tanda-tanda untuk meletus. Ia menuturkan, energi gempa kecil karena amplitudonya masih sekitar empat milimeter kendati energi kumulatif gunung itu mengalami kenaikan. "Masih jauh untuk meletus, aktivitas masih fluktuatif," katanya.

Sampai saat ini, katanya telah terjadi dua kali gempa tremor. Namun, bukan kategori bahaya karena berasal dari hembusan hasil tekanan uap air. Kondisi ini berbeda dengan tremor di Gunung Merapi yang berasal dari gerakan magma, sehingga amat berbahaya. Magma Gunung Sindoro saat ini masih di bawah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Sindoro dan Sumbing, Sumaryanto, mengatakan kamera termal pemantau panas pada malam hari belum menangkap gejala perubahan panas yang ekstrem dari gunung. SO2 dengan kadar kecil sempat muncul beberapa waktu terakhir, tetapi hanya sebentar kemudian menghilang.

Sumaryanto pun mengatakan, aktivitas Sindoro masih fluktuatif. Namun, dari sejarah letusan tingkat ancaman Sindoro tidak seperti Gunung Merapi dengan muncul awan panas.

Asisten I Bidang Pemerintahan, Setda Temanggung, Harno Susanto, meminta masyarakat jangan panik dengan peningkatan aktivitas Sindoro, karena radius bahaya gunung itu hanya dua kilometer dari puncak. "Mereka yang sudah mengungsi karena takut kami tidak bisa mencegahnya. Tetapi yang belum mengungsi saya minta jangan panik dan beraktivitas seperti biasa," katanya.


Editor : Glori K. Wadrianto
Sumber: